Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Teheran mengambil langkah drastis dengan mengeksekusi mati dua individu yang dituduh menjadi bagian dari kelompok oposisi terlarang dan berupaya menggulingkan pemerintahan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa eksekusi gantung ini, yang terjadi pada Senin pagi waktu setempat, 30 Maret 2026, menambah daftar panjang ketegangan di tengah konflik regional yang sedang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi adalah dua nama yang disebut oleh situs web Mizan Online, yang dikelola oleh otoritas kehakiman Iran. Mereka dinyatakan bersalah dan hukuman mati mereka telah dikonfirmasi serta disetujui oleh Mahkamah Agung sebelum akhirnya dilaksanakan melalui metode hukuman gantung. Gambar Istimewa…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, kini berada di ambang transisi signifikan menuju peran sipil sebagai calon wakil presiden. Langkah ini secara efektif membuka jalan baginya untuk menduduki kursi kepresidenan, melanjutkan dominasinya atas negara yang dilanda konflik tersebut, namun dengan jubah sipil. Pencalonan ini menandai babak baru setelah lima tahun ia memimpin Myanmar pasca-kudeta yang mengguncang stabilitas regional. Dalam sesi majelis rendah parlemen di Naypyitaw yang disiarkan televisi pemerintah, anggota parlemen Kyaw Kyaw Htay secara resmi mengumumkan, "Saya menominasikan Jenderal Senior Min Aung Hlaing sebagai wakil presiden." Proses pemilihan akan melibatkan tiga wakil presiden, di…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dilanda pemadaman listrik pada Minggu (29/3) waktu setempat. Insiden ini terjadi menyusul serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel, menargetkan infrastruktur kelistrikan vital negara tersebut. Para pejabat di Teheran mengonfirmasi bahwa gempuran dari Washington dan Tel Aviv ini menghantam sejumlah gardu induk listrik di berbagai penjuru Iran. Laporan dari media lokal Iran menyebutkan bahwa gangguan pasokan listrik ini menyebar di beberapa area di Teheran, serta kota Alborz di bagian utara dan distrik Karaj di sebelah barat ibu kota. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Wakil Menteri Energi…

Read More

Ketegangan di Teluk Persia memanas setelah militer Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan invasi darat. Teheran menegaskan, setiap langkah militer Washington di daratan Iran akan berujung pada malapetaka besar. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dalam pernyataan yang disiarkan Press TV, Iran secara gamblang menyebut bahwa pasukan AS yang berani menyerbu akan menjadi "santapan lezat bagi hiu-hiu di perairan Teluk Persia." Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, menegaskan kesiapan penuh pasukannya. Ia menyatakan bahwa Iran akan merespons dengan kekuatan penuh jika ancaman operasi darat yang kerap dilontarkan Presiden AS Donald Trump benar-benar diwujudkan.…

Read More

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial yang menggegerkan, mengisyaratkan keinginannya untuk "mengambil minyak" Iran. Target utamanya? Pulau Kharg, jantung vital ekspor minyak Teheran. Internationalmedia.co.id – News mencatat, isyarat ini dilontarkan saat ribuan pasukan tambahan AS tiba di kawasan Timur Tengah, menandai bulan kedua konflik sengit melawan Iran. Dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times yang dipublikasikan Minggu (29/3) waktu setempat, Trump secara blak-blakan menyatakan, "Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran." Komentar ini bertepatan dengan kedatangan gelombang pasukan AS yang bertujuan memperluas jejak militer Washington di kawasan tersebut, di tengah eskalasi konflik yang…

Read More