Internationalmedia.co.id – News melaporkan sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ketika sebuah truk pengangkut alat berat jenis crane menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) hingga menyebabkan kerusakan parah dan nyaris roboh. Peristiwa ini tidak hanya melumpuhkan fungsi JPO, tetapi juga menyisakan pemandangan mengerikan dengan tiang penyangga yang terputus.
Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, di lokasi kejadian pada Selasa (14/7/2026), mengungkapkan bahwa truk nahas itu akan dievakuasi ke kantor kepolisian. Namun, proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah JPO yang rusak parah berhasil diangkat atau dibongkar. "Kita angkat dulu JPO-nya baru nanti kendaraan kalau seandainya itu bisa meluncur, kita akan kawal ke mungkin ke kantor kepolisian ya, untuk parkirkan di area yang aman," jelas Bernad.

Bernad menambahkan, pihaknya masih akan mengecek kondisi truk apakah masih memungkinkan untuk berjalan sendiri atau tidak. "Kita belum bisa memastikan apakah kendaraannya masih bisa jalan apa tidak. Kalau untuk melihat keadaannya sih sepertinya masih bisa jalan," ujarnya. Apabila truk tersebut tidak dapat beroperasi, Sudin Perhubungan Jaksel siap melakukan penderekan dengan bantuan derek pusat dari Perhubungan.
Berdasarkan laporan dari BPBD Jakarta, insiden tragis ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Penyebab utama kecelakaan diduga karena kelalaian sopir truk yang tidak memperhitungkan secara cermat ketinggian maksimal muatan crane yang diangkutnya. "Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan max ketinggian muatan," tulis BPBD Jakarta.
Akibat hantaman keras tersebut, JPO Tendean kini tidak dapat digunakan. Sekitar pukul 07.30 WIB, tampak satu tiang penyangga utamanya telah terputus dari pondasinya, dan tangga jembatan di sisi Jalan Tendean menuju Blok M juga terpisah dari struktur penghubung. Hingga berita ini diturunkan, truk pengangkut crane itu masih terlihat menyangkut di bawah struktur jembatan, menjadi saksi bisu atas kerusakan yang ditimbulkannya. Petugas di lapangan terus berupaya mengamankan area dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk penanganan JPO dan evakuasi kendaraan.
