Di tengah hiruk pikuk tugas kepolisian, Ipda Kadek Sumerta, seorang Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh, Polres Gianyar, Bali, muncul sebagai sosok inspiratif yang mendedikasikan dirinya untuk kaum disabilitas. Internationalmedia.co.id – News menyoroti kisah Ipda Kadek yang membina ratusan penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati, sebuah kisah kepedulian yang menyentuh hati banyak pihak.
Ipda Kadek Sumerta mengisahkan awal mula keterlibatannya di yayasan tersebut pada tahun 2017. Saat itu, dengan seragam polisi lengkap, ia mengunjungi Yayasan Bhakti Senang Hati dan mendapati para penyandang disabilitas tengah belajar tanpa didampingi pengajar. Momen perkenalan awal diwarnai kecanggungan dan ketakutan dari anak-anak, mengingat sosok polisi berseragam yang ada di hadapan mereka, seperti yang ia sampaikan kepada internationalmedia.co.id.

Hatinya tergerak untuk tidak hanya menjadi penegak hukum, melainkan juga seorang guru. Ipda Kadek mulai mengajarkan baca tulis, namun dengan pendekatan yang berbeda dari sekolah formal. Ia berupaya menyerap dan memahami berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak binaannya, menyadari bahwa tingkat kemampuan dan kebutuhan setiap individu difabel di yayasan tersebut sangat beragam.
Tidak berhenti di situ, Ipda Kadek juga melatih para penyandang disabilitas dalam keterampilan praktis seperti memasak dan menyajikan hidangan untuk tamu. Lebih inovatif lagi, ia menjalin kerja sama dengan sejumlah agen pariwisata di Bali, menjadikan Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai salah satu destinasi kunjungan bagi turis asing di Gianyar. "Hal-hal yang kami lakukan bertujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenal baca tulis, melayani orang asing, membuat hidangan, dan yang terpenting, menumbuhkan semangat serta kemandirian agar mereka bisa percaya diri," jelasnya.
Saat ini, lebih dari 120 penyandang disabilitas berada di bawah binaan Ipda Kadek, dengan sekitar 25 di antaranya tinggal di asrama yayasan. Ipda Kadek menjelaskan bahwa aksinya ini adalah perwujudan dari konsep hidup Tri Hita Karana, filosofi Bali yang menekankan tiga hubungan harmonis: manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. "Apa yang saya lakukan di Yayasan Bhakti Senang Hati ini adalah implementasi dari hubungan manusia dengan manusia, di mana kita sesama harus saling peduli dan memberikan kasih sayang," ujarnya.
Ipda Kadek merasa beruntung karena kegiatannya mendapat dukungan penuh dari atasannya. Ia memiliki keinginan tulus untuk menjadi ‘ayah’ bagi para kaum disabilitas di yayasan tersebut hingga akhir hayatnya, bahkan jika suatu saat nanti ia tidak lagi berstatus sebagai anggota Polri. "Saya ingin mereka tidak ada batasan dengan saya, makanya mungkin itu yang membuat mereka menganggap saya sebagai sosok ayah, karena semua kebutuhan dan permasalahan mereka bisa disampaikan langsung tanpa keraguan," imbuhnya, penuh harap.
Peran Ipda Kadek Sumerta juga sangat dirasakan oleh Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati, I Nyoman Sukadana. Ia mengenang Ipda Kadek sejak tahun 2017, saat masih menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Desa Siangan. "Beliau meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak kami baca tulis karena sebagian besar dari mereka belum pernah mengenyam pendidikan formal," ungkap Nyoman, mengapresiasi.
Senada, pengurus yayasan sekaligus penyandang disabilitas, Ida Bagus Nyoman Sancaya atau akrab disapa Usman, mengungkapkan kebaikan Ipda Kadek. Bagi Usman, Ipda Kadek sudah seperti orang tuanya sendiri. "Bapak Kadek sangat baik kepada kami di sini, saya sendiri merasa beliau orang tua saya. Apapun aspirasi saya selalu beliau dengarkan dan sampaikan, beliau selalu mengayomi kami," tutur Usman dengan haru.
Konsistensi dan komitmen Ipda Kadek dalam membina kaum disabilitas ini mendapat apresiasi tinggi dari atasannya, Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini. Menurutnya, aksi Ipda Kadek adalah teladan yang patut dicontoh oleh anggota Polri lainnya. "Kegiatan yang beliau laksanakan sangat luar biasa, tentunya dapat menaikkan citra Polri di masyarakat karena di samping tugas pokok sebagai anggota Polri, beliau juga masih menyempatkan diri untuk memberikan pelayanan kepada kaum disabilitas," kata Kompol Luh Putu.
Kompol Luh Putu juga menambahkan bahwa Ipda Kadek adalah sosok yang sangat bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Ia mengaku bangga memiliki anggota seperti Ipda Kadek. "Saya cukup bangga sebagai Kapolsek Blahbatuh, dan di mata kaum disabilitas yang beberapa kali saya kunjungi, mereka merasa bangga dan berterima kasih karena Pak Kadek ini sangat concern terhadap mereka," pungkasnya, menegaskan dampak positif kehadiran Ipda Kadek.
