Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial yang menggegerkan, mengisyaratkan keinginannya untuk "mengambil minyak" Iran. Target utamanya? Pulau Kharg, jantung vital ekspor minyak Teheran. Internationalmedia.co.id – News mencatat, isyarat ini dilontarkan saat ribuan pasukan tambahan AS tiba di kawasan Timur Tengah, menandai bulan kedua konflik sengit melawan Iran.
Dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times yang dipublikasikan Minggu (29/3) waktu setempat, Trump secara blak-blakan menyatakan, "Sejujurnya, hal favorit adalah mengambil minyak di Iran." Komentar ini bertepatan dengan kedatangan gelombang pasukan AS yang bertujuan memperluas jejak militer Washington di kawasan tersebut, di tengah eskalasi konflik yang tak kunjung mereda.

Trump tak segan membandingkan strateginya di Iran dengan pendekatan AS di Venezuela, di mana Washington berambisi mengendalikan sektor minyak "tanpa batas waktu". Pernyataan ini kian memanaskan situasi pasar minyak global, dengan harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 50 persen dalam sebulan terakhir, menembus angka US$ 116 per barel, seiring berkecamuknya perang AS dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari.
Mengenai Pulau Kharg, yang menjadi urat nadi ekspor minyak mentah Iran, Trump berujar, "Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita memiliki banyak pilihan." Dengan nada percaya diri, ia melanjutkan, "Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah." Namun, ia juga mengakui bahwa langkah semacam itu "berarti kita harus berada di sana untuk sementara waktu."
Di tengah retorika Trump, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS telah bergerak cepat, memerintahkan pengerahan 10.000 tentara terlatih untuk operasi darat. Sekitar 3.500 personel militer AS, termasuk 2.200 Marinir, dilaporkan telah tiba di Timur Tengah, dengan gelombang pasukan tambahan lainnya masih dalam perjalanan. Namun, Washington telah menerima peringatan keras bahwa potensi serangan terhadap Pulau Kharg dapat secara signifikan meningkatkan risiko bagi pasukan AS dan memperpanjang durasi konflik yang sudah memanas.

