Internationalmedia.co.id – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial terkait konflik Rusia-Ukraina. Ia mengklaim bahwa kesepakatan damai antara kedua negara "sangat dekat". Namun, optimisme Trump ini berbanding terbalik dengan pandangan para pemimpin Eropa, yang masih skeptis mengingat serangan rudal Rusia yang terus menghantam Ukraina.
Trump, yang tampaknya masih berambisi merealisasikan janji kampanyenya untuk mengakhiri perang dengan cepat, menyatakan, "Kita semakin dekat dengan kesepakatan." Pernyataan ini muncul di tengah upaya intensif dari berbagai pihak untuk mencari solusi damai.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam rencana awal yang diajukan AS. Jika sebelumnya rencana tersebut dinilai menguntungkan Rusia, kini terdapat versi baru yang lebih memperhatikan kepentingan Ukraina. Seorang pejabat Ukraina bahkan menyebut versi baru ini "jauh lebih baik." Meski demikian, pejabat AS mengakui bahwa masih ada sejumlah masalah kompleks yang perlu diselesaikan.
Keraguan juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menolak gagasan solusi cepat. Macron menilai bahwa "jelas tidak ada keinginan Rusia" untuk melakukan gencatan senjata atau membahas proposal baru yang lebih bersahabat dengan Ukraina.
Diskusi intensif telah berlangsung sejak akhir pekan lalu, dengan pertemuan antara perwakilan Ukraina dan AS di Jenewa, Swiss, membahas rencana awal Trump yang kontroversial. Perundingan terbaru juga melibatkan delegasi AS dan Rusia di Abu Dhabi. Selain itu, para pemimpin dari kelompok 30 negara pendukung Ukraina juga mengadakan pertemuan virtual pada hari Selasa.
Negosiator AS, Dan Driscoll, menunjukkan nada optimis setelah bertemu dengan rekan-rekan Rusianya. "Perundingan berjalan dengan baik dan kami tetap optimis," ujar juru bicaranya. Gedung Putih juga mengklaim adanya kemajuan yang luar biasa dalam upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina, meskipun mengakui adanya detail rumit yang perlu diselesaikan.
Namun, realitas di lapangan masih jauh dari kata damai. Perang, yang dimulai dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, terus berlanjut tanpa henti. Serangan udara Rusia yang dahsyat mengguncang Kyiv, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan memicu kebakaran di gedung-gedung apartemen. Kondisi ini semakin memperkuat keraguan akan prospek perdamaian dalam waktu dekat.
