Internationalmedia.co.id – News – Sebuah terobosan layanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Jawa Barat, berhasil memukau salah satu pemohon paspor. Muslim, seorang warga berusia 31 tahun, berbagi pengalaman tak terduga saat memanfaatkan program ‘Medisa’ atau Melayani di Hari Sabtu, di mana paspor pertamanya rampung dalam waktu kurang dari 15 menit.
Datang ke kantor Imigrasi Bogor pada pukul 09.00 WIB, Muslim tidak menyangka prosesnya akan secepat itu. "Tadi dijadwalkan jam 09.00 WIB, tapi prosesnya nggak sampai 15 menit, tadi sudah jadi," ungkap Muslim kepada wartawan di lokasi pada Sabtu (4/7/2026). Paspor tersebut rencananya akan ia gunakan untuk keperluan liburan ke luar negeri.

Pengalaman positif serupa juga dirasakan Annisa (27), pemohon paspor lainnya. Ia sangat mengapresiasi kemudahan yang ditawarkan ‘Medisa’, terutama bagi para pekerja kantoran sepertinya yang kesulitan mengurus dokumen di hari kerja. "Jadi buat pekerja kayak aku itu bener-bener membantu banget biar nggak izin. Terus juga daftarnya online, gampang, datang ke sini orang-orangnya juga ramah, pelayanannya bagus, terus tempatnya juga bagus, jadi aku juga nunggunya nyaman," jelas Annisa.
Namun, Annisa juga menyuarakan harapannya agar Kantor Imigrasi Bogor dapat menambah kuota pemohon paspor serta jam layanan selama program Medisa berlangsung. Hal ini, menurutnya, akan mencegah kesan "berebut kuota" di antara para pemohon. "Paling ditambahin lagi jamnya biar lebih banyak lagi. Tambah kuotanya juga biar kita nggak war," tambahnya.
Pihak Imigrasi Bogor sendiri memang sengaja membuka layanan paspor di akhir pekan, baik Sabtu maupun Minggu, untuk mengakomodasi warga yang sibuk dengan rutinitas kerja dari Senin hingga Jumat. Layanan ‘Medisa’ berlokasi di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, sementara layanan di hari Minggu diadakan di GOR Kota Bogor selama jam car free day (CFD), sesuai arahan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenim Kemenimipas).
Program layanan Sabtu ini telah berjalan selama enam bulan terakhir. Meskipun kuota awal ditetapkan sebanyak 50 orang, pihak Imigrasi Bogor menyatakan kuota tersebut dapat disesuaikan dan ditambah sesuai dengan tingginya kebutuhan masyarakat. Layanan inovatif ini menunjukkan komitmen Imigrasi Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memudahkan masyarakat mengurus dokumen keimigrasian.
