Internationalmedia.co.id – News – Kemacetan parah yang menjadi pemandangan sehari-hari di sekitar Stasiun Grogol, Jalan Prof. Dr. Latumenten, Jakarta Barat, hingga larut malam, kini memunculkan harapan baru. Warga dan pengendara sangat menantikan rampungnya proyek flyover di kawasan tersebut sebagai solusi permanen untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Hotman, seorang pengemudi ojek online, menggambarkan kemacetan di Latumenten sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitasnya. Ia bahkan berseloroh bahwa jalan itu hanya lengang setelah lewat tengah malam. "Kalau nggak macet malem doang, jam satu malem," ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan flyover Latumenten, Jakarta Barat. Penumpangnya pun sudah maklum dengan kondisi ini, tidak lagi berharap bisa terburu-buru saat melintas. Hotman berharap proyek ini bisa mengubah keadaan.

Senada dengan Hotman, Adit (35), driver ojol lainnya, merasakan betul betapa macetnya Latumenten bahkan hingga pukul 23.00 WIB. Ia yang biasa mangkal di area tersebut dan melayani empat hingga lima orderan setiap hari, sangat menantikan proyek ini selesai tepat waktu. "Semoga bisa mengurangi macet sih nanti, semoga kelarnya ya sesuai yang diomongin Pak Gub. Desember tahun ini kalau nggak salah," harap Adit, merujuk pada target penyelesaian Desember 2026. Ia menambahkan, melihat progres pembangunan, rampungnya proyek akhir tahun ini sangat mungkin terjadi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memang telah menegaskan bahwa pembangunan Flyover Latumenten ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026. Kehadiran flyover ini diyakini akan memangkas waktu tempuh kendaraan hingga 10-15 menit, berkat penutupan perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi biang kerok kemacetan.
"Ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Di sini kalau pagi, siang, sore kemacetannya tinggi sekali," kata Pramono saat meninjau lokasi. Ia menambahkan, proyek senilai Rp 259 miliar dengan progres 55,2 persen ini merupakan prioritas utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan di area Grogol, Pluit, dan Slipi. Setelah flyover beroperasi, perlintasan sebidang akan ditutup total, tidak hanya mengurangi kemacetan tetapi juga meningkatkan keselamatan dengan mencegah kecelakaan di jalur kereta api. "Saya berharap penyelesaian Flyover Latumenten ini tepat waktu dan mudah-mudahan membuat konektivitas transportasi Jakarta menjadi lebih baik," pungkasnya.
