Internationalmedia.co.id – News Kobaran api yang melahap sebuah pabrik sandal di Jalan Melati Raya, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten, hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Lebih dari lima jam setelah laporan pertama diterima, tim pemadam kebakaran masih berjibaku di lokasi, Senin dini hari, berjuang menaklukkan si jago merah yang terus mengganas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, mengungkapkan sejumlah kendala serius yang dihadapi petugas di lapangan. Menurut Andia, saat laporan kebakaran diterima sekitar pukul 22.45 WIB, Minggu malam, api sudah dalam kondisi membesar dan menyebar dengan cepat, mempersulit upaya awal pemadaman.

Andia merinci, kompleksitas penanganan kebakaran ini terletak pada material yang terbakar. Tiga area lokal di dalam pabrik tersebut dipenuhi dengan produk jadi berupa sandal, bahan baku padat menyerupai karet, serta berbagai jenis cairan kimia penunjang produksi. "Karakteristik bahan-bahan ini, terutama karet dan cairan kimia, membuat proses pemadaman membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dan penanganan khusus," jelas Andia kepada awak media.
Prioritas utama tim pemadam kebakaran saat ini adalah mencegah api meluas ke area lain dan mengamankan potensi bahaya ledakan. Mereka berupaya keras memutus jalur rambatan api dan melindungi sebuah tangki kimia berkapasitas 20.000 liter, serta puluhan drum berisi bahan serupa, yang berisiko tinggi meledak jika terpapar panas ekstrem. Di sisi lain, dampak asap tebal terhadap permukiman warga sekitar tengah diatasi oleh para relawan Kota Tangerang yang sigap berada di lokasi.
Hingga laporan ini ditulis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan akibat insiden kebakaran hebat ini. Situasi terus dipantau untuk memastikan keselamatan warga dan petugas di lapangan.
