Internationalmedia.co.id – News – Jakarta. Proyek renovasi Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang yang telah lama dinantikan masyarakat Sumatera Barat kini menghadapi potensi kemunduran jadwal. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memastikan bahwa proses tender pembangunan stadion sudah hampir rampung, namun ia menyoroti lambatnya proses pembongkaran stadion oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sebagai kendala utama yang bisa menghambat dimulainya konstruksi.
Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, baru-baru ini meninjau langsung perkembangan proyek GHAS bersama Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Sumatera Barat, R Rifi Firdaus. Kunjungan ini dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keraguan publik mengenai kepastian renovasi stadion kebanggaan warga Sumbar tersebut.

"Banyak sekali pertanyaan dari masyarakat, kapan stadion ini dibangun, kapan dibongkar, apakah ini hanya omong-omong atau dongeng saja. Karena itu, hari ini kami menjelaskan langsung perkembangan terbarunya," kata Andre.
Ketua DPD Gerindra Sumbar itu menjelaskan bahwa renovasi GHAS merupakan pekerjaan kompleks. Meskipun stadion tersebut adalah aset milik Pemprov Sumbar dan secara aturan tanggung jawab perbaikan ada pada pemerintah daerah melalui APBD, Andre mengambil inisiatif untuk melobi pemerintah pusat mengingat keterbatasan keuangan daerah. "Alhamdulillah Presiden Prabowo menyetujui anggaran untuk pembangunan stadion sekaligus penataan kawasannya," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.
Andre mengungkapkan, proses tender pembangunan saat ini sudah memasuki tahap akhir. Pemenang tender diharapkan akan ditetapkan dalam beberapa hari ke depan, sebelum mendapatkan persetujuan akhir dari Kementerian PU yang ditargetkan selesai akhir Juni 2026. Secara administrasi, semua tahapan diharapkan tuntas pada bulan Juni ini.
Namun, Andre menegaskan, kesiapan pemerintah pusat melalui kontraktor pemenang tender untuk memulai pembangunan pada 1 Juli 2026 sangat bergantung pada kesiapan Pemprov Sumbar dalam melakukan pembongkaran stadion sebagai pemilik aset.
"Kalau seluruh administrasi selesai, 1 Juli kontraktor sudah siap bekerja. Persoalannya sekarang apakah stadionnya sudah dibongkar atau belum. Karena yang bertanggung jawab melakukan pembongkaran adalah pemilik aset, yaitu Pemerintah Provinsi Sumbar," tegas Andre.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena rencana tender pembongkaran stadion yang seharusnya berjalan pada Juni ini justru mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan. Kondisi ini berpotensi besar memengaruhi target penyelesaian proyek secara keseluruhan. "Kalau masyarakat ingin tahu kapan stadion ini dibangun, tanyakan juga kepada Pemprov Sumbar, kapan pembongkarannya dilakukan. Setelah stadion dirobohkan, pemerintah pusat melalui kontraktor siap memulai pembangunan," tambahnya.
Senada dengan Andre, Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian PU di Sumbar, Rifi Firdaus, membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu proses pembongkaran yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar. "Kami terus berkolaborasi dengan Pemprov terkait aset GHAS ini. Pembongkaran tidak bisa dilakukan pemerintah pusat karena asetnya milik Pemprov. Semakin cepat pembongkaran dilakukan, semakin cepat kami memulai pekerjaan konstruksi," ujar Rifi.
Menurut Rifi, proyek renovasi stadion dirancang sebagai proyek multiyears dengan perkiraan waktu pembangunan sekitar 16 bulan. Ia menekankan pentingnya menjaga waktu pelaksanaan agar tidak terus berkurang akibat keterlambatan proses awal. "Itu sebabnya kami berharap ada percepatan dari Pemprov," katanya.
Rifi memperkirakan proses pembongkaran stadion membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Jika pembongkaran baru dimulai pada Juli 2026, pekerjaan konstruksi utama ada kemungkinan baru bisa dimulai pada September 2026.
Menanggapi hal itu, Andre meminta para suporter Semen Padang FC memahami tahapan yang harus dilalui. Ia menyatakan, keterlambatan pembongkaran dapat berdampak pada mundurnya waktu penggunaan stadion oleh tim berjuluk Kabau Sirah tersebut. "Kalau pembongkaran dimulai Juli dan selesai dua bulan kemudian, maka kemungkinan konstruksi baru dimulai September. Dengan waktu pembangunan sekitar 16 bulan, kemungkinan Semen Padang FC baru bisa kembali bermain di Stadion Haji Agus Salim pada musim 2027/2028," ujarnya.
Andre menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menunjukkan komitmen penuh dengan menyiapkan anggaran dan memproses tender pembangunan. Oleh karena itu, ia berharap tahapan yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar dapat segera dituntaskan agar proyek yang sudah lama dinantikan masyarakat ini tidak kembali mengalami keterlambatan.
"Sekali lagi, kontraktor dari Kementerian PU siap membangun mulai 1 Juli 2026. Kuncinya sekarang ada di Pemerintah Provinsi Sumbar, kapan pembongkaran stadion dilakukan. Kalau itu selesai, pembangunan bisa langsung berjalan," pungkas Andre.
