Kepolisian Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini menunjukkan komitmennya dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta. Melalui sebuah kegiatan bakti sosial (baksos) yang meriah, Polri dan ratusan ojol menegaskan kembali sinergi mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Acara yang berlangsung di Taman Proklamator, Jakarta Pusat, ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk mewujudkan tagline "Polri untuk masyarakat".
Komjen Ramdani Hidayat, Komandan Korps Brimob Polri sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 Bhayangkara, mengungkapkan bahwa setidaknya 550 pengemudi ojol menerima bantuan dalam kegiatan ini. Ia menegaskan, inisiatif sosial ini tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan sosial (bansos) semata, melainkan juga meliputi bakti kesehatan dan program kepedulian lainnya. "Rangkaian kegiatan seperti bakti sosial dan bakti kesehatan ini akan terus berlanjut sepanjang tahun, tidak hanya menjelang 1 Juli saja," terang Komjen Ramdani, menekankan komitmen jangka panjang Polri.

Ramdani berharap, melalui kegiatan semacam ini, visi "Polri untuk masyarakat" yang diusung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat semakin nyata. Ia juga menekankan pentingnya masukan dari publik. "Kami sangat membutuhkan kritik dan saran dari masyarakat untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kami," tegasnya, menunjukkan sikap terbuka institusi.
Di sisi lain, Irjen Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang juga menjabat Ketua Pelaksana Bakti Sosial HUT ke-80 Bhayangkara, turut hadir. Ia menegaskan bahwa komunitas ojol adalah "sahabat sejati Polri" yang memiliki peran vital dalam menjaga kamtibmas. "Rekan-rekan ojol ini sering menjadi mata dan telinga kami di jalan, memberikan informasi berharga yang sangat membantu tugas kepolisian," jelas Irjen Agus, mengapresiasi kontribusi mereka.
Irjen Agus juga mengungkapkan rencana pembentukan "Ojol Nusantara" sebagai wadah sinergi yang lebih terstruktur. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam tiga aspek utama: menjaga harkamtibmas, mempercepat penyampaian informasi dari lapangan, dan meningkatkan kepatuhan lalu lintas. "Kami terus merangkul ojol agar mereka semakin tertib dan patuh pada aturan lalu lintas, demi keselamatan bersama," imbuhnya, menekankan pentingnya disiplin di jalan.
Secara nasional, Irjen Agus membeberkan bahwa Polri menargetkan pembagian 300 ribu paket bansos. Selain itu, program bakti sosial ini juga mencakup penyediaan air bersih di daerah-daerah terpencil, bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu (dengan target sekitar 130 rumah), serta kegiatan pembersihan fasilitas ibadah di berbagai wilayah.
Erna, perwakilan dari komunitas ojol, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Polri. Ia melihat kegiatan ini sebagai bukti nyata komitmen Polri untuk selalu hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. "Polri berbagi untuk kebaikan seluruh warga negara Indonesia. Kami berharap sinergi yang telah terjalin baik ini dapat terus terjaga dan berkembang," tutur Erna. Ia menambahkan, rangkaian baksos ini akan terus melibatkan berbagai elemen masyarakat hingga akhir Juni mendatang.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat ikatan antara Polri dan komunitas ojol, menciptakan kolaborasi yang solid dan positif dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan seluruh lapisan masyarakat.
