Internationalmedia.co.id – News – Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, secara resmi meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026). Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen kuat pemerintah dalam melestarikan cagar budaya dan memajukan kebudayaan nasional sebagai pilar identitas bangsa.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Presiden Prabowo menekankan bahwa Stasiun Semarang Tawang jauh lebih dari sekadar bangunan tua. Ia menyebutnya sebagai monumen hidup yang sarat akan nilai sejarah dan memori kolektif bangsa. "Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya," tegas Prabowo. Menurutnya, upaya revitalisasi ini adalah langkah krusial untuk menjaga identitas, memori, dan perjalanan panjang sejarah Indonesia, termasuk memanfaatkan dan melestarikan peninggalan dari masa penjajahan sebagai bagian tak terpisahkan dari narasi kebangsaan.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin. Ia memuji langkah strategis KAI yang berhasil memadukan modernisasi sistem transportasi massal dengan perawatan cagar budaya. Prabowo menegaskan, kereta api terus memainkan peran signifikan dalam kehidupan bangsa, tidak hanya sebagai instrumen logistik yang ekonomis, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk melestarikan bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Proses pengerjaan revitalisasi dan beautifikasi ini memakan waktu 330 hari, terbagi dalam dua tahap. Restorasi mencakup pemulihan fasad bagian depan, dome atas, hall utama, serta sisi barat dan timur bangunan.
"Seluruh ornamen yang ada di sini kami kembalikan ke bentuk semula, mengacu pada foto-foto dokumentasi lama, sehingga bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus terjaga kelestarian dan jejak sejarahnya," terang Bobby, menunjukkan detail dan ketelitian dalam setiap tahapan restorasi.
Sebagai informasi, Stasiun Semarang Tawang memiliki sejarah panjang. Dibangun pada tahun 1911 oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) berdasarkan rancangan arsitek Belanda Ir. Sloth-Blauwboer, stasiun ini mulai beroperasi pada tahun 1914. Lokasinya yang strategis di pusat kota Semarang menjadikannya salah satu pendukung utama kegiatan perdagangan sejak awal berdirinya. Dengan nilai sejarah yang tak terbantahkan, termasuk perannya dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia, Stasiun Semarang Tawang resmi ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010.
Peresmian revitalisasi ini menjadi tonggak penting dalam merawat identitas dan memori kolektif bangsa. Melalui upaya ini, Stasiun Semarang Tawang kini tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi publik yang handal dan modern, tetapi juga menjelma menjadi monumen sejarah yang kokoh, memperkuat martabat dan kebudayaan Indonesia bagi generasi masa kini dan masa depan.
Turut hadir dalam peresmian bersejarah ini sejumlah pejabat tinggi Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta jajaran pemerintah daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
