Internationalmedia.co.id – News – Pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai kesamaan hati antara dirinya dengan PDI Perjuangan (PDIP) disambut positif oleh sejumlah politikus partai berlambang banteng moncong putih itu. Mereka sepakat bahwa dalam urusan membela bangsa dan negara, tidak ada perpisahan, melainkan hanya perbedaan posisi politik semata.
Sebelumnya, dalam acara Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7), Prabowo Subianto mengutarakan pandangannya tentang dinamika politik. Ia meyakini bahwa persaingan dan perbedaan posisi adalah hal lumrah yang pada akhirnya akan kembali menyatukan. "PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama," ujar Prabowo, sembari menghubungkan pandangannya dengan konstitusi yang dirumuskan oleh para Bapak Pendiri Bangsa, termasuk Bung Karno yang sangat identik dengan PDIP. Ia bahkan sempat berkelakar bahwa PDIP hanya belum membuat rekomendasi seperti "Ijtima Ulama" yang dilakukan PKB.

Menanggapi pernyataan tersebut, politikus PDIP Guntur Romli pada Jumat (24/7/2026) menyatakan persetujuannya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendirian PDI Perjuangan adalah membela bangsa dan negara, sebuah komitmen yang tidak bergantung pada posisi politik, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.
Guntur Romli lebih lanjut menggarisbawahi bahwa untuk prinsip menjaga bangsa dan negara, PDI Perjuangan tidak pernah merasa berpisah dari Prabowo Subianto. "Kalau soal posisi politik juga hanya beda posisi saja, saat ini ada di luar pemerintahan," jelasnya, membedakan antara prinsip ideologis dan taktik politik.
Di kesempatan lain, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat turut merespons keyakinan Prabowo bahwa PDIP akan senantiasa membela negara dan bangsa. Djarot menegaskan konsistensi partainya dalam menjalankan Pancasila sesuai semangat kelahirannya 1 Juni 1945 dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33 dan 34. "Haluan pembangunan ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 dan 34 UUD 1945 adalah pilihan ideologis bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat sosialis Indonesia," tambah Djarot, mengindikasikan adanya benang merah kesamaan visi dalam pembangunan bangsa, meskipun dengan pendekatan yang berbeda.
Pernyataan dari kedua belah pihak ini menggambarkan adanya nuansa dalam hubungan politik mereka, di mana kesamaan ideologi dan tujuan bernegara tetap diakui, meski secara formal PDIP saat ini berada di luar struktur pemerintahan.
