Internationalmedia.co.id – News – Sebuah perkembangan menarik dalam kancah politik nasional terjadi ketika organisasi kemasyarakatan (ormas) bernama Gerakan Rakyat, yang menjadikan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai figur inspiratornya, secara resmi mendaftarkan diri sebagai partai politik (parpol) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengonfirmasi bahwa proses pendaftaran tersebut telah rampung pada Kamis, 23 Juli lalu, menandai babak baru bagi entitas politik ini.
Sahrin menjelaskan kepada awak media pada Jumat (24/7/2026) bahwa keputusan untuk membentuk partai politik baru, yang dinamakan Partai Gerakan Rakyat, diambil setelah serangkaian pertemuan sekitar satu hingga dua bulan sebelumnya. Ia menekankan bahwa salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah kelengkapan 38 Surat Keterangan Terdaftar (SKT), yang berarti harus memiliki representasi kepengurusan dan kantor di 100% provinsi di seluruh Indonesia.

Perjalanan panjang untuk memenuhi persyaratan ini dimulai sejak keputusan pembentukan partai pada 18 Januari 2026. Berkat kerja keras seluruh tim, Gerakan Rakyat berhasil merampungkan seluruh kelengkapan administratif tersebut pada Rabu, 22 Juli 2026. Keesokan harinya, mereka langsung bergerak ke Kemenkumham untuk menuntaskan proses pendaftaran. Sahrin menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima tanda bukti pendaftaran dari kementerian.
"Pada saat pendaftaran, kami mengikuti dua agenda penting. Pertama, dialog atau audiensi dengan perwakilan kementerian, yang diwakili oleh Direktorat Ketatanegaraan beserta Divisi Administrasi Partai Politik. Setelah itu, kami langsung menyerahkan berkas pendaftaran dan menerima tanda terima," papar Sahrin. Saat ini, Gerakan Rakyat tengah menanti langkah verifikasi selanjutnya dari Kemenkumham untuk secara resmi diakui sebagai partai politik.
Menariknya, sebelum proses pendaftaran resmi ini dilakukan, Anies Baswedan sendiri telah memberikan restu dan doa kelancaran kepada Gerakan Rakyat. Sahrin menceritakan momen tersebut terjadi pada malam sebelum pendaftaran, dalam sebuah acara syukuran yang digelar di pendopo Ciganjur. "Malamnya itu kami ada pertemuan di syukuran pendopo Ciganjur. Kebetulan ada Pak Anies, dan beliau tentu mendoakan kelancaran semua hal," kenang Sahrin.
Meski demikian, Sahrin menegaskan bahwa Anies Baswedan tidak terlibat secara struktural dalam kepengurusan Partai Gerakan Rakyat. Namun, ia tidak menampik adanya keterkaitan erat antara partai ini dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Secara struktural memang beliau tidak masuk. Tapi, secara faktual, sebagian besar elemen-elemen relawan Anies terlibat. Beliau adalah inspirator kami," pungkas Sahrin, menggarisbawahi peran Anies sebagai figur sentral yang menginspirasi gerakan ini.
