Jakarta, Internationalmedia.co.id – News – Suasana di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, kembali memanas pada Kamis (18/6/2026) sore hingga malam hari. Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen dan kampus masih bertahan menyuarakan aspirasi mereka, dengan tuntutan utama agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi secara menyeluruh.
Dari pantauan internationalmedia.co.id di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, massa aksi yang didominasi oleh mahasiswa tampak mengenakan kemeja dan membawa spanduk berisi beragam tuntutan. Kelompok yang masih bertahan ini meliputi mahasiswa dari PMII Cabang Jakarta Pusat, serta perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pamulang (Unpam), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya. Mereka bersatu dalam seruan untuk meninjau ulang total implementasi program MBG.

Ketegangan sempat mewarnai aksi demonstrasi ketika beberapa oknum mencoba membakar karung berisi dedaunan kering di tengah kerumunan. Gerak cepat aparat kepolisian berhasil memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebelum situasi memburuk. Insiden ini sempat membuat suasana di sekitar Patung Kuda mencekam, meskipun orasi mahasiswa tetap berlanjut dengan semangat.
Dampak dari konsentrasi massa ini, arus lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan mengalami kepadatan signifikan. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) terlihat sibuk melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus kendaraan di area tersebut.
Menariknya, lokasi yang sama pada siang hari sebelumnya juga menjadi saksi bisu aksi demonstrasi dengan agenda yang berlawanan. Kelompok Masyarakat Pejuang Gizi Anak Indonesia, yang mengenakan pakaian serba putih, menyuarakan dukungan penuh agar program MBG tetap dilanjutkan. Mereka juga membawa spanduk dan poster yang menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut. Namun, kelompok pro-MBG ini telah membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB, meninggalkan panggung untuk para mahasiswa yang menuntut evaluasi.
