Internationalmedia.co.id – News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, baru-baru ini menunjukkan lebih dari sekadar komitmen terhadap pembangunan infrastruktur. Saat meninjau proyek saluran air di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, politisi PDI Perjuangan ini secara tak terduga terlibat dalam sebuah momen mengharukan, memberikan uluran tangan langsung kepada keluarga dengan anak penyandang disabilitas.
Peninjauan yang dilakukan Kenneth berlokasi di Jalan Asia Baru Kepa Listrik RT 06 RW 04, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk. Kegiatan ini merupakan respons langsung atas aspirasi warga yang disampaikan pada masa Reses Ke-I Tahun Sidang 2025-2026. Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, menegaskan bahwa proyek saluran air ini vital untuk mengatasi genangan dan meningkatkan kualitas hidup di permukiman tersebut. "Setiap aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus saya perjuangkan hingga manfaatnya benar-benar dirasakan. Saya ingin memastikan pembangunan ini berjalan sesuai ekspektasi warga," ungkapnya.

Di tengah kesibukannya memantau progres proyek, Kenneth dihampiri oleh seorang warga bernama Handoyo. Dengan suara penuh harap, Handoyo menceritakan kondisi keluarganya yang sedang menghadapi cobaan berat: sang istri yang sakit dan anak mereka yang merupakan penyandang disabilitas, membutuhkan dukungan serta alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari.
Tanpa ragu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini segera menyambangi kediaman keluarga Handoyo. Kenneth menyatakan komitmennya untuk membantu melalui jalur yang tepat sesuai ketentuan pemerintah. "Momen seperti ini sangat berharga, karena kami bisa langsung memahami kebutuhan riil masyarakat. Kami akan memfasilitasi pengurusan kartu disabilitas, membantu pengadaan tongkat untuk latihan berjalan dan berjemur, serta menelusuri kebutuhan lain yang bisa kami perjuangkan," jelas Kenneth.
Kenneth menegaskan bahwa peran seorang wakil rakyat melampaui sekadar pengawasan proyek fisik. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah saat warganya menghadapi kesulitan, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas. "Jika ada warga yang membutuhkan bantuan, apalagi anak-anak disabilitas, pemerintah wajib hadir. Mereka tidak boleh merasa sendirian. Kita harus memastikan hak-hak mereka terpenuhi dan mendapatkan pelayanan yang layak," tegas Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII ini.
Ia menambahkan, anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang setara untuk tumbuh, belajar, dan menggapai impian mereka. "Mereka tidak pernah meminta dilahirkan dengan keterbatasan. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan yang sama, lingkungan yang inklusif, serta dukungan penuh agar dapat mengembangkan potensi terbaik mereka," lanjut Kenneth.
Kenneth turut mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bahu-membahu mewujudkan Jakarta yang lebih inklusif. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya gedung pencakar langit atau infrastruktur modern, melainkan dari kemampuannya melindungi dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh warganya, termasuk para penyandang disabilitas.
Bantuan yang diinisiasi Kenneth diharapkan dapat meringankan beban keluarga Handoyo, sekaligus menjadi pengingat kolektif bahwa setiap warga berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan tanpa diskriminasi. "Anak-anak disabilitas bukanlah beban. Mereka adalah aset berharga bagi masa depan bangsa, dengan potensi luar biasa yang akan bersinar jika diberikan kesempatan, pendampingan, dan kasih sayang yang tulus. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dengan penuh harapan, bukan dalam bayang-bayang keterbatasan," tutup Kenneth.
