Internationalmedia.co.id – News – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) telah menelan satu korban jiwa. Warga Kabupaten Sigi dilaporkan meninggal dunia akibat guncangan dahsyat ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi kabar duka tersebut, seraya menyatakan bahwa proses pendataan dampak gempa masih terus berlangsung secara intensif.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan 25 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya menderita luka berat. Secara keseluruhan, BNPB mencatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak langsung oleh gempa.

Rincian korban menunjukkan bahwa di Kabupaten Sigi, tercatat 89 KK atau 272 jiwa terdampak, dengan 22 warga mengalami luka ringan dan 13 luka berat. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 21 KK atau 40 jiwa merasakan dampak gempa. "Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut," ujar Muhari.
Kerusakan infrastruktur akibat gempa juga dilaporkan mengalami peningkatan. Pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat. Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso mengalami amblas.
Kabupaten Sigi kembali menjadi wilayah yang paling parah terdampak dalam hal kerusakan fisik. Di sana, 47 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan 23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat. Wilayah ini juga mencatat enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit UMKM mengalami kerusakan.
Hingga sore hari pasca-gempa, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah setempat terus memantau perkembangan situasi secara ketat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG demi keselamatan bersama. "BNPB akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berlangsungnya proses pendataan dan penanganan di lapangan," pungkas Muhari.
