Wednesday, 08 February 2023

Wednesday, 08 February 2023

Warga: Pembangunan Jalan Cikarang-Cibarusah Asal Jadi

Saluran air baru Jalan Cikarang-Cibarusah di RT 002 Kampung Kebon Kopi, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ditutup warga dengan balok dan kursi sebagai tanda kekesalan warga setempat pada Sabtu 14 Januari 2023.

CIKARANG- Kepala Desa Sukadami, Kabupaten Bekasi, H.M Kunang angkat bicara soal pekerjaan jalan Cikarang-Cibarusah sepanjang 2,3 kilometer itu yang terkesan asal jadi. Kunang kecewa atas kualitas pembangunan dan pelebaran jalan itu. 

 “Selaku aparatur pemerintah di Desa Sukadami, kami sangat senang karena jalan sini sudah dibangun oleh provinsi meski banyak kekurangan,” kata Kunang di Cikarang, Sabtu (14/1).

Kunang mengatakan pelaksanaan perbaikan infrastruktur Jalan Cikarang-Cibarusah sepanjang 2,3 kilometer mulai titik Kandang Roda hingga pertigaan arah Serang-Setu itu sedianya dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran belanja yang telah disepakati bersama dan tertuang dalam surat kontrak kerja. 

Pekerjaan pembangunan jalan yang kini berganti nama menjadi Jalan KH. Raden Ma’mun Nawawi itu meliputi peningkatan dan pelebaran jalan ditambah median jalan serta saluran air.

Menurut Kunang, saat peluncuran program pembangunan ini Petugas Pembuat Komitmen (PPK) Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memastikan ruas tersebut diperbaiki sesuai standar spesifikasi jalan provinsi. Kualitas beton, lebar jalan, hingga ketersediaan drainase disesuaikan standar jalan provinsi.

“Jadi kualitas beton juga harus bagus dan berkualitas. Begitu pula dengan saluran air. Jadi tidak membangun asal jadi,” ujar Kades Sukadami itu.  

Dia berharap pelaksana proyek punya itikad baik untuk melakukan pembenahan perbaikan jalan tersebut. “Begitu pula dinas terkait di provinsi agar segera menegur, demi terwujud kualitas pembangunan,” katanya.

Kunang menuturkan ruas jalan ini sudah lama dinantikan warga di wilayah selatan Kabupaten Bekasi. Pengguna jalan itu didominasi karyawan di sejumlah kawasan industri.

“Bisa dibilang jalur ini yang paling padat se-Kabupaten Bekasi dengan volume kendaraan sangat tinggi  pada jam berangkat dan pulang kerja,” katanya.

Sebelumnya, warga Cikarang Selatan mengeluhkan ruas jalan yang belum kelar hingga saat ini. Seorang warga bernama Arif menilai pelaksana proyek pembangunan jalan itu tidak mampu menuntaskan pekerjaan. Kontrak kerja mereka telah berakhir pada 20 Desember 2022, tapi jalan belum rampung.

Dia menunjuk pembangunan saluran air di RT 002 Kampung Kebon Kopi, Desa Sukadami yang belum diselesaikan kontraktor. Pelaksana proyek hanya mengeruk dan merapikan sebagian tanah sepanjang 80 meter.

“Saya kecewa, ini lingkungan saya. Pembangunan asal jadi. Dari 80 meter, sebagian dirapikan sebagian belum. Kenapa separuh-separuh. Saya khawatir justru menjadi titik genangan karena saat hujan deras air meluap ke permukiman warga,” katanya. Dia juga menyoroti banyak sodetan di sepanjang Jalan Cikarang-Cibarusah. “Aneh saja, harusnya hanya ada di titik-titik krusial saja, itu pun dengan seizin dinas perhubungan. Ini median belum jadi dipasang atau memang desain seperti ini, jadi banyak ‘Pak Ogah’ tapi rawan kecelakaan,” ujarnya.  ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media