Internationalmedia.co.id – News – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono baru-baru ini memantau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Inisiatif strategis ini digalakkan untuk memastikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus menjadi upaya fundamental dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Dalam pertemuan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu lalu, Wamensos Agus Jabo menerima laporan progres dari Wakil Bupati Probolinggo Lora Fahmi, Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Muklisin, dan Ketua DPRD Polewali Mandar Fahry Fadly. Agus Jabo menekankan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak bisa diemban sendirian oleh Kementerian Sosial. "Tinggal jenengan (Anda) mengelola. Saya minta tolong, bupati dan jajarannya mendukung kepala sekolah dan kebutuhan-kebutuhan yang ada di sekolah itu," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan visi besar di balik Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo. "Jadi beliau tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Sekolah Rakyat ini jalan untuk menggraduasi saudara-saudara kita yang miskin melalui jalur pendidikan," paparnya, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mengangkat derajat sosial ekonomi masyarakat.
Dari Kuantan Singingi, Muklisin melaporkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di wilayahnya telah mencapai 90 persen. Berlokasi di Komplek Sport Center Teluk Kuantan, sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus. "Alhamdulillah, kami satu-satunya di Provinsi Riau yang (pertama) mendapatkan (kepercayaan membangun gedung permanen) Sekolah Rakyat," kata Muklisin bangga. Persiapan sumber daya manusia, mulai dari guru, wali asuh, hingga wali asrama, juga telah rampung. Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan pada 18-28 Agustus, diikuti matrikulasi pada 31 Agustus.
Sementara itu, di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pembangunan Sekolah Rakyat juga terus berjalan. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare di Desa Sambalibali, Kecamatan Luyo, yang merupakan hibah dari Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud. "Alhamdulillah, di Provinsi Sulawesi Barat ada dua Sekolah Rakyat, yaitu satu di Kabupaten Mamuju, dan satunya di daerah kami, daerah Kabupaten Polewali Mandar," jelas Fahry Fadly, mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Berbeda dengan Kuansing dan Polman yang progres fisiknya sudah signifikan, Kabupaten Probolinggo sempat menghadapi kendala dalam pengadaan lahan. Namun, Lora Fahmi kini membawa kabar baik. Pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare dan sedang menuntaskan proses administrasinya. "Alhamdulillah, hari ini untuk lahan yang sudah ready 5,2 hektare, yang sisa untuk sampai 7 hektare ada tanah kas desa yang hari ini sampun (sudah) mendapat persetujuan, sudah dilaksanakan Musdesnya untuk dilepas, hanya sedang dalam proses ini," terang Lora Fahmi, berharap pembangunan tahap tiga bisa segera dimulai di wilayahnya.
Dengan dukungan kolaboratif dari pemerintah daerah, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat segera mewujudkan impian ribuan anak prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan memutus mata rantai kemiskinan lintas generasi.
