Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Ukraina Terancam! AS Siapkan ‘Senjata Pamungkas’ untuk Tekan Zelensky?
Trending Indonesia

Ukraina Terancam! AS Siapkan ‘Senjata Pamungkas’ untuk Tekan Zelensky?

GunawatiBy Gunawati23-11-2025 - 03.05Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ukraina Terancam! AS Siapkan 'Senjata Pamungkas' untuk Tekan Zelensky?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengambil langkah drastis untuk mendorong Ukraina menyetujui rencana perdamaian dengan Rusia. Washington disebut mengancam akan mengurangi berbagi intelijen dan memangkas pasokan senjata ke Kyiv jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Dua sumber terpercaya mengungkapkan kepada Reuters bahwa tekanan ini dilakukan demi mewujudkan rencana perdamaian yang telah disetujui oleh Presiden Donald Trump. Rencana tersebut berisi 28 poin yang dinilai menguntungkan Rusia, termasuk penyerahan wilayah timur Ukraina, pengurangan personel militer, dan larangan bergabung dengan NATO.

Ukraina Terancam! AS Siapkan 'Senjata Pamungkas' untuk Tekan Zelensky?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sumber tersebut menambahkan bahwa tekanan yang diberikan AS kali ini lebih besar dibandingkan upaya perdamaian sebelumnya. Washington bahkan menargetkan agar Kyiv menandatangani kerangka perjanjian tersebut paling lambat Kamis (27/11) mendatang.

Sebelumnya, delegasi pejabat senior militer AS telah bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv. Pertemuan tersebut disebut sebagai "keberhasilan" oleh Duta Besar AS untuk Ukraina dan kepala urusan publik militer yang turut hadir. Washington juga mengupayakan "jadwal waktu yang agresif" untuk penandatanganan dokumen antara AS dan Ukraina.

Zelensky awalnya merespons dengan hati-hati, menyatakan bahwa Ukraina "menghargai upaya Amerika Serikat, Presiden Trump, dan timnya yang bertujuan untuk mengakhiri perang ini" dan siap berdiskusi dengan Washington.

Namun, dalam pidatonya pada Jumat (21/11), Zelensky menolak rencana damai usulan AS. Ia menyebut rencana tersebut memberikan "pilihan yang sangat sulit" bagi Ukraina, yaitu kehilangan martabat atau berisiko kehilangan dukungan dari sekutu utamanya, AS. Zelensky menegaskan tidak akan "mengkhianati" negaranya dengan menyetujui rencana yang menguntungkan Rusia tersebut, dan berjanji akan mengusulkan alternatif.

Rencana perdamaian yang diklaim disusun "secara diam-diam" selama sebulan terakhir itu, mewajibkan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayah timurnya, memangkas jumlah pasukan militernya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung NATO. Sebagian besar ketentuan dalam rencana tersebut dinilai memenuhi tuntutan Moskow setelah invasi pada Februari 2022.

Sejumlah pejabat AS membela rencana tersebut, mengklaim telah berkonsultasi dengan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, yang juga sekutu dekat Zelensky. Namun, Umerov membantah dirinya dilibatkan dalam pembahasan atau menyetujui ketentuan dalam rencana perdamaian itu.

Trump secara terang-terangan mendesak Zelensky untuk menyetujui rencana perdamaian tersebut, dengan memberi batas waktu hingga 27 November. Ia menegaskan bahwa Zelensky "harus menyukai" rencana tersebut atau negaranya harus terus bertempur melawan Rusia dan kehilangan wilayahnya.

Para pemimpin negara-negara Eropa sekutu Ukraina, yang tidak diajak berkonsultasi saat penyusunan rencana tersebut, memberikan penolakan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa "Rusia tidak memiliki hak hukum apa pun atas konsesi apa pun dari negara yang diinvasinya".

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Perbatasan Membara: Afghanistan dan Pakistan Kembali Terlibat Baku Tembak Sengit

07-12-2025 - 03.05

Internationalmedia.co.id – Berikut adalah rangkuman berita internasional terhangat hari ini, yang mencakup senyum lebar Donald Trump saat menerima penghargaan dari FIFA, ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan, misteri drone di pangkalan nuklir Prancis, pernyataan Hamas tentang Gaza, dan bantuan Sri Lanka untuk korban bencana.

06-12-2025 - 20.05

Hamas Lepas Gaza? Rencana Rahasia Setelah Perang Terbongkar!

06-12-2025 - 17.05

Trump Raih Penghargaan Perdamaian FIFA, Senyumnya Tak Terbendung

06-12-2025 - 15.45

Tegang! Perbatasan Afghanistan-Pakistan Kembali Berdarah

06-12-2025 - 15.30

Misteri di Langit Prancis Drone Tak Dikenal Intai Pangkalan Nuklir

06-12-2025 - 15.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.