internationalmedia.co.id – Sebuah peristiwa mengerikan menimpa seorang warga di kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten. M. Romli (50), seorang pria asal Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, harus berjuang nyawa setelah menjadi korban serangan buaya saat sedang beraktivitas mencari ikan di area muara. Insiden yang terjadi secara tiba-tiba ini meninggalkan luka serius pada bagian tubuh korban.
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban tengah melakukan rutinitasnya mencari nafkah di perairan muara. Menurut keterangan dari Kepala Desa Banyuasih, Iyat, korban sedang fokus menebar jaring untuk menangkap ikan sebelum predator air tersebut muncul dari kegelapan air.

"Saat sedang mencari ikan di muara dan baru saja menebar jaring, tiba-tiba saja buaya itu muncul dan menerkamnya," ujar Iyat saat memberikan keterangan kepada media pada Senin (26/10/2026).
Dalam situasi yang sangat genting dan penuh tekanan tersebut, Romli tidak tinggal diam. Meski dalam kondisi terdesak dan rasa sakit yang luar biasa, ia berusaha melakukan perlawanan demi menyelamatkan diri dari maut. Korban dilaporkan sempat menendang hewan buas tersebut menggunakan kaki kirinya dengan sekuat tenaga.
Upaya perlawanan yang dilakukan Romli membuahkan hasil. Tekanan dari tendangan tersebut membuat buaya tersebut melepaskan gigitannya dari tubuh korban. Namun, perjuangan tersebut harus dibayar mahal. Akibat serangan tersebut, kaki kanan Romli mengalami luka robek yang cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah.
Pasca kejadian tersebut, Romli segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan intensif oleh tenaga medis di Puskesmas Sumur. Berdasarkan laporan terbaru, luka yang diderita korban tergolong cukup parah dan memerlukan perawatan serius agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut.
Kepala Desa Banyuasih, Iyat, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian ini. Ia juga menyampaikan kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga lainnya yang sering beraktivitas di sekitar muara. Menurutnya, keberadaan predator tersebut di area pemukiman dan tempat mencari nafkah warga merupakan ancaman nyata yang harus segera ditangani.
"Kami sangat berharap ada tindakan nyata dan penanganan khusus dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. Kami meminta agar buaya tersebut segera ditangkap atau dievakuasi. Kami sangat khawatir jika tidak ada tindakan tegas, peristiwa serupa akan kembali terulang dan memakan korban jiwa lainnya," tegas Iyat.
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat masih merasa waswas saat harus mendekati area perairan. Kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.
