internationalmedia.co.id – Kualitas rumput di Jakarta International Stadium (JIS) kini tengah menjadi pusat perhatian serius setelah memicu gelombang keluhan dari para pelaku sepak bola profesional. Kondisi lapangan yang dianggap tidak layak telah memicu kritik pedas dari pihak pelatih hingga pemain, yang merasa kualitas rumput tersebut menghambat jalannya pertandingan secara maksimal.
Menanggapi polemik yang berkembang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan segera mengambil langkah nyata. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keluhan yang disampaikan oleh tim-tim besar. Ia menyatakan bahwa masukan dari para pemain dan pelatih akan segera diteruskan kepada pihak pengelola stadion untuk dievaluasi secara menyeluruh.

"Masukan dari kedua tim ini akan kami sampaikan dan diskusikan dengan pihak pengelola agar dapat dievaluasi lebih lanjut," ujar Chico saat memberikan keterangan di Jakarta. Menurutnya, Pemprov DKI berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan berkelanjutan guna menjamin kualitas kompetisi serta kenyamanan bagi seluruh pihak, baik pemain maupun penonton yang hadir di stadion.
Lebih lanjut, Chico mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan instruksi khusus kepada PT Jakpro selaku pengelola stadion. Fokus utama dari arahan tersebut adalah optimalisasi perawatan rumput agar kondisi lapangan tetap prima. Pemerintah ingin agar JIS dapat digunakan secara maksimal tanpa harus mengalami jeda pemulihan yang terlalu lama, terutama setelah stadion tersebut digunakan untuk berbagai acara besar seperti konser musik maupun pertandingan olahraga lainnya.
Kritik tajam ini mencuat setelah pertandingan lanjutan Super League yang mempertemukan Persik Kediri melawan Persija Jakarta pada Senin lalu. Pelatih Persik Kediri, Shin Tae Yong, secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap kondisi lapangan di JIS. Ia menilai kondisi rumput saat itu sangat tidak layak untuk digunakan dalam pertandingan profesional.
"Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu," tegas Shin Tae Yong. Ia menekankan bahwa kontrol terhadap kualitas rumput harus ditingkatkan agar para pemain dapat menyajikan performa terbaik mereka, yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan bagi para penggemar yang datang langsung ke stadion.
Senada dengan pelatihnya, pemain Persija, Rizky Ridho, juga mengungkapkan rasa tidak enaknya terhadap kondisi lapangan tersebut. Ia merasa kurang nyaman karena harus menyambut tim lawan dengan kondisi lapangan yang buruk, yang dianggap kurang menunjukkan rasa hormat terhadap profesionalisme pertandingan.
"Kita juga respek kepada Persik. Mereka punya permainan yang sangat bagus, tapi mereka juga tidak bisa main dengan maksimal di lapangan seperti ini. Jadi, jujur saja, kami merasa kurang enak hati menyambut tim lawan dengan kondisi lapangan seperti ini," ungkap Ridho. Ia juga menambahkan bahwa target tinggi untuk menjadi juara akan sulit dicapai jika kualitas infrastruktur dasar seperti lapangan tidak didukung dengan baik.
