Internationalmedia.co.id Ankara – Di tengah gencatan senjata yang berlangsung, Turki mengirimkan tim ahli pemulihan bencana ke Jalur Gaza. Misi utama mereka adalah membantu pencarian 19 jenazah sandera yang masih belum ditemukan.
Sumber dari Kementerian Pertahanan Turki, Kamis (16/10), mengungkapkan bahwa tim yang beranggotakan 81 orang ini berasal dari Otoritas Penanggulangan Bencana Turki (AFAD). "Sudah ada tim yang terdiri dari 81 staf AFAD di sana," ujarnya. "Satu tim akan bertugas mencari dan menemukan jenazah," imbuhnya, seperti dilansir AFP, Jumat (17/10/2025).

AFAD, badan pemerintah di bawah Kementerian Dalam Negeri Turki, dikenal dengan fokusnya pada pemulihan bencana. Tugas tim ini meliputi pengiriman bantuan kemanusiaan, pencarian jenazah, dan pemantauan gencatan senjata. Sumber tersebut menambahkan bahwa keterlibatan militer Turki dalam misi ini kecil kemungkinannya, karena tugas ini lebih sesuai untuk entitas sipil seperti AFAD. Meskipun demikian, bantuan militer dapat diberikan jika diperlukan.
Para petugas penyelamat AFAD memiliki pengalaman luas dalam beroperasi di medan sulit. Mereka telah terlibat dalam berbagai operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan di lebih dari 50 negara di lima benua, termasuk respons terhadap gempa bumi dahsyat di Turki pada Februari 2023 yang menewaskan lebih dari 53.000 orang.
Sebelumnya, Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan mengenai penyerahan jenazah sandera selama gencatan senjata. Dari 28 jenazah sandera yang diyakini berada di Gaza, Hamas baru menyerahkan sembilan jenazah. Bahkan, satu jenazah yang diserahkan ternyata bukan sandera.
Hamas mengklaim telah menyerahkan semua jenazah sandera yang berhasil ditemukan. Namun, mereka mengakui kesulitan dalam menemukan jenazah lainnya karena terkubur di terowongan yang hancur atau tertimbun reruntuhan. Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyatakan bahwa penyerahan jenazah lebih lanjut memerlukan alat berat dan peralatan penggalian yang harus dibawa masuk ke Gaza, wilayah yang diblokade oleh Israel.
