Internationalmedia.co.id – News, Surabaya – Kabar duka yang menyelimuti perayaan ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya kini sedikit terkuak dengan penangkapan terduga pelaku pembacokan. Seorang remaja berinisial GAD (16), yang akrab disapa Ado, meregang nyawa saat mengikuti konvoi peringatan hari jadi tim kebanggaan tersebut. Pelaku utama insiden tragis ini, berinisial MN, berhasil diamankan oleh tim Jatanras Polrestabes Surabaya di Sampang, Madura. "Betul, berdasarkan hasil penyelidikan mendalam di lokasi kejadian serta keterangan dari para saksi, kami telah mengamankan satu orang terduga pelaku," terang Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim, seperti dilansir internationalmedia.co.id, Minggu (21/6/2026).
Iptu Evan Caesar Ibrahim lebih lanjut menjelaskan bahwa MN, yang diidentifikasi sebagai pelaku tunggal dalam insiden pembacokan tersebut, berhasil diamankan setelah diserahkan oleh pihak keluarganya. Penyerahan pelaku berlangsung di wilayah Sampang, Madura, dengan didampingi oleh tokoh masyarakat setempat. "Kami mengamankan yang bersangkutan di daerah Sampang Madura, pelaku diserahkan melalui keluarga dan didampingi oleh tokoh yang dituakan di wilayah tersebut," jelas Evan.

Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian meyakini bahwa MN bertindak sebagai pelaku tunggal dalam aksi keji yang merenggut nyawa Ado. Selain berhasil meringkus pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting yang berkaitan dengan kejadian, meliputi pakaian yang dikenakan MN saat kejadian, sebilah celurit yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya, serta helm yang dipakainya. "Kalau dari hasil penyelidikan untuk tersangka saat ini satu, dengan inisial MN. Sampai saat ini memang untuk tersangka hanya satu orang," tegasnya.
Sebelumnya, perayaan ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya yang seharusnya menjadi momen suka cita, harus tercoreng oleh insiden berdarah ini. GAD alias Ado dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban dugaan pembacokan oleh individu tak dikenal saat konvoi berlangsung. Penangkapan MN diharapkan dapat membawa keadilan bagi korban dan keluarganya, serta menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani melakukan tindak kekerasan.
