Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Tawaran Berani Iran Ditolak AS Ini Alasannya
Trending Indonesia

Tawaran Berani Iran Ditolak AS Ini Alasannya

GunawatiBy Gunawati14-04-2026 - 16.45Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Tawaran Berani Iran Ditolak AS Ini Alasannya
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah perundingan damai di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai titik temu. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa perbedaan fundamental terkait program pengayaan uranium Iran menjadi batu sandungan utama. Teheran mengajukan tawaran pembekuan selama lima tahun, namun Washington menuntut komitmen yang jauh lebih panjang, yakni dua dekade. Kegagalan ini bahkan mendorong Presiden AS Donald Trump untuk memerintahkan blokade pelabuhan Iran.

Menurut laporan eksklusif dari New York Times (NYT) yang dikutip TRT World pada Selasa (14/4/2026), informasi krusial ini berasal dari sejumlah pejabat tinggi AS dan Iran yang terlibat langsung dalam negosiasi tersebut. Washington, melalui delegasinya, secara tegas mendesak Iran untuk membekukan program pengayaan uraniumnya selama dua puluh tahun penuh. Namun, Teheran, dalam respons resminya yang disampaikan pada Senin (13/4), hanya bersedia menawarkan jeda selama lima tahun. Proposal Iran ini, sebagaimana diungkapkan seorang pejabat AS kepada NYT, langsung ditolak mentah-mentah oleh Presiden Donald Trump.

Tawaran Berani Iran Ditolak AS Ini Alasannya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain durasi pembekuan, AS juga menuntut pemindahan seluruh pasokan uranium yang telah diperkaya secara signifikan keluar dari wilayah Iran. Namun, Teheran menolak keras tuntutan tersebut. Sebaliknya, Iran bersikeras untuk mempertahankan stok uraniumnya di dalam negeri, dengan janji untuk mengencerkannya hingga tingkat yang tidak memungkinkan untuk pengembangan senjata nuklir.

Kekhawatiran utama Washington adalah bahwa Iran tetap akan memiliki kapabilitas untuk melanjutkan pengayaan uranium di kemudian hari, meskipun telah diencerkan. Laporan NYT juga mengindikasikan bahwa diskusi mengenai putaran negosiasi tatap muka berikutnya masih terus berjalan, meski belum ada tanggal pasti yang disepakati.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Washington dalam perundingan di Pakistan, memberikan sedikit gambaran positif. Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (13/4), Vance menyatakan bahwa ada "sejumlah percakapan yang baik" dan menyebut "bola kini berada di tangan Iran". Ia mengakui adanya kemauan dari Teheran untuk menyesuaikan posisi, namun menegaskan bahwa "belum bergerak cukup jauh" untuk mencapai kesepakatan. Vance menyerahkan sepenuhnya pertanyaan mengenai prospek kelanjutan negosiasi kepada pihak Iran.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Orban Lengser Kekalahan Mengejutkan Hungaria

14-04-2026 - 21.45

Istri PM Spanyol Terseret Pusaran Korupsi

14-04-2026 - 21.30

Tiga Kapal Tanker Lolos Blokade AS Hari Pertama

14-04-2026 - 21.15

Damai Israel Lebanon Terhalang Satu Nama

14-04-2026 - 21.00

Mantan Siswa Mengamuk di Sekolah Turki 16 Terluka Pelaku Tewas

14-04-2026 - 18.45

Blokade Iran Trump Kontroversi Rudal Korut Guncang Dunia

14-04-2026 - 18.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.