Internationalmedia.co.id – News – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar baru saja mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar juara pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kemenangan prestisius ini secara otomatis mengantarkan mereka sebagai wakil tunggal Sulsel untuk berlaga di kancah nasional, yang akan diselenggarakan di ibu kota Jakarta.
Ajang kompetisi yang menguji wawasan kebangsaan, sejarah ketatanegaraan, dan implementasi nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari ini diikuti oleh sembilan sekolah terbaik dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, menandai persaingan ketat sejak babak penyisihan.

Dalam babak penyisihan pertama, SMAN 21 Makassar berhasil memimpin dengan 95 poin, mengungguli SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan (50 poin) serta SMAN 2 Toraja Utara (40 poin). Dominasi berlanjut di penyisihan kedua, di mana SMAN 5 Makassar tampil perkasa dengan 115 poin, meninggalkan SMAN 1 Bulukumba (65 poin) dan SMAN 3 Takalar (60 poin). Sementara itu, SMAN 1 Maros mencatatkan 110 poin pada penyisihan ketiga, mengalahkan SMAN 17 Makassar (65 poin) dan SMKN 5 Enrekang (45 poin). Tiga sekolah dengan skor tertinggi dari masing-masing grup penyisihan—SMAN 21 Makassar, SMAN 5 Makassar, dan SMAN 1 Maros—kemudian berhak melaju ke babak final.
Puncak persaingan di babak final menjadi saksi keunggulan SMAN 5 Makassar yang berhasil mengumpulkan 130 poin, mengukuhkan diri sebagai juara. Posisi kedua ditempati oleh SMAN 1 Maros dengan 110 poin, diikuti SMAN 21 Makassar di tempat ketiga dengan 95 poin. Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, secara resmi mengumumkan hasil ini dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (21/6/2026). "Grup B dari SMAN 5 Makassar memperoleh poin 130, dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional," tegasnya, sembari menyampaikan selamat kepada para pemenang dan mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, serta pihak sekolah atas partisipasi mereka.
Siti Fauziah juga mengingatkan SMAN 5 Makassar untuk terus meningkatkan intensitas belajar. "Terus belajar dengan lebih rajin karena akan bertanding dengan 37 provinsi lainnya di Jakarta nanti. Semoga bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional," harapnya, menekankan pentingnya persiapan matang menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Perjalanan menuju panggung nasional tentu tidak mudah. Salah satu anggota tim SMAN 5 Makassar, Zyzy Prizilia, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya. Sebagai anggota pengganti, ia harus berjuang keras mengejar ketertinggalan materi yang telah dikuasai rekan-rekannya. "Tantangan terbesar saya adalah mengejar materi-materi yang sudah dipelajari oleh teman-teman lainnya karena jumlah materinya cukup banyak," jelas Zyzy. Menurutnya, kunci sukses persiapan terletak pada latihan rutin, pendalaman materi tematik, dan simulasi babak rebutan. Ia juga menegaskan komitmen tim untuk berprestasi maksimal di Jakarta.
Guru Pembina SMAN 5 Makassar, Suharini Nasir, menjelaskan bahwa proses pembinaan tim dimulai sejak seleksi tingkat kota, di mana antusiasme siswa menjadi fondasi utama. Dari sekitar 100 siswa yang mendaftar, hanya 10 terbaik yang terpilih. Suharini mengakui bahwa menyelaraskan jadwal latihan dengan aktivitas akademik peserta dari kelas yang berbeda-beda menjadi tantangan tersendiri. Namun, menjaga motivasi siswa dengan membangun suasana positif dan menekankan bahwa hasil adalah bonus dari proses yang dinikmati, menjadi prioritasnya.
Fokus pembinaan SMAN 5 Makassar, menurut Suharini, adalah penguatan kemampuan tematik, yang dianggapnya sebagai "gong" atau penentu dalam LCC. Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya yang terhenti di semifinal, pihak sekolah berencana meningkatkan durasi pembinaan dan karantina untuk persiapan maksimal di tingkat nasional. Suharini berharap partisipasi ini tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memahami kebijakan MPR dan memiliki mentalitas kuat.
Selain pengumuman juara LCC Empat Pilar, acara tersebut juga memberikan Apresiasi Yel-yel Terbaik kepada tiga sekolah, yaitu UPT SMAN 11 Pangkajene dan Kepulauan, SMAN 5 Makassar, dan SMAN 1 Maros, menambah semarak kompetisi.
