Internationalmedia.co.id – News – Teheran. Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan tegas. Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, dinyatakan tertutup bagi kapal-kapal musuh selama konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berlanjut. IRGC mengancam akan mengambil "tindakan keras" terhadap setiap kapal yang berani melintas melalui perairan strategis tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan mengizinkan kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan musuh. Ini menandakan eskalasi serius dalam sikap Iran terhadap navigasi di perairan yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global tersebut.

Sebagai bukti keseriusan ancaman ini, IRGC mengumumkan bahwa pasukannya baru-baru ini telah mengusir setidaknya tiga kapal yang mencoba melintasi titik transit penting tersebut. "Pagi ini, […] tiga kapal kontainer dari negara-negara berbeda… diusir setelah peringatan dari Angkatan Laut IRGC," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip Sepah News pada Jumat (27/3).
Insiden ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump membuat klaim kontroversial. Trump, seperti dikutip Reuters pada Kamis (26/3), menyatakan bahwa Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai "isyarat niat baik" dalam negosiasi. Ia bahkan menyebutnya sebagai "hadiah" dari Iran, awalnya menyebut delapan kapal kemudian mengoreksi menjadi sepuluh, dan menduga kapal-kapal tersebut berbendera Pakistan.
Namun, klaim Trump ini langsung dibantah keras oleh IRGC. Melalui pernyataan terpisah dan juga media sosial, IRGC menuding Trump melontarkan "pernyataan palsu" dan "korup". Mereka menegaskan bahwa kapal-kapal yang disebutkan Trump tidak pernah diizinkan, melainkan tiga kapal kontainer yang mencoba melintas justru diusir.
"Pagi ini, menyusul pernyataan palsu dari Presiden AS yang korup yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara bergerak menuju koridor yang ditentukan untuk lalu lintas kapal yang diizinkan, tetapi diusir setelah peringatan dari Angkatan Laut IRGC," demikian pernyataan IRGC, membantah narasi AS secara langsung, seperti dilansir CBS News.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global. Ancaman Iran untuk menutup atau membatasi akses di selat ini berpotensi menimbulkan gejolak besar di pasar energi dan geopolitik internasional. Situasi ini menunjukkan peningkatan ketegangan yang signifikan di kawasan tersebut, menuntut perhatian serius dari komunitas internasional.
