Internationalmedia.co.id – News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di kediaman beliau di Hambalang, Jawa Barat, hari ini. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk melaporkan perkembangan serta merancang sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang sejalan dengan visi Presiden untuk kemajuan olahraga nasional.
Dalam laporannya, Erick Thohir secara khusus menyoroti program penguatan pembinaan olahraga disabilitas, sebuah isu yang mendapatkan perhatian istimewa dari Presiden Prabowo. Erick memaparkan rencana pengembangan sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas. Program ini dirancang agar mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih dan berkontribusi aktif dalam pembinaan olahraga nasional. Ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membekali para atlet dengan kemampuan, memastikan mereka memiliki bekal setelah pensiun dari arena kompetisi.

"Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya.
Selain membahas olahraga disabilitas, Menpora juga melaporkan langkah-langkah pembinaan atlet jangka panjang yang sedang dipersiapkan Kemenpora. Program ini menjadi bagian dari peta jalan menuju berbagai ajang multievent internasional, termasuk Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games. Erick menekankan pentingnya dukungan kebijakan anggaran multi-tahun untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).
"Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya," jelas Erick.
Presiden Prabowo, lanjut Erick, menyatakan dukungan penuh terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai krusial mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi gemilang di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.
"Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini Rp 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi," ungkapnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Menpora Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional. Akademi ini akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Rencana ini merupakan upaya fundamental untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
"Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas). Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga," imbuhnya.
Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga. "Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu," tutup Erick.
