Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menggelar rapat koordinasi penting untuk membahas percepatan pembangunan di 30 kabupaten yang masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, hadir langsung di Kantor KSP untuk memaparkan kondisi riil serta tantangan yang dihadapi wilayah-wilayah tersebut.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala KSP Dudung Abdurachman ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN) Febrian Alphyanto Ruddyar. Yandri Susanto mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini, yang memungkinkannya menyampaikan pokok persoalan di daerah 3T. Ia menyoroti bahwa 30 kabupaten ini merupakan penyumbang terbesar desa tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia.

"Ada sekitar 5.000 desa yang belum dialiri listrik, tidak memiliki sinyal telekomunikasi, sarana kesehatan dan pendidikan yang minim, serta kesulitan akses air bersih," jelas Yandri. Ia menambahkan, dari total 9.300 desa tertinggal dan sangat tertinggal, sekitar 6.000 desa atau hampir 75% di antaranya berada di 30 kabupaten tersebut.
Yandri menegaskan bahwa upaya ini sejalan dengan Asta Cita keenam, yaitu ‘Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan’. "Jika ini bisa diselesaikan maka Daerah Tertinggal Insyaallah bisa diselesaikan," kata Yandri, seperti dikutip internationalmedia.co.id, Senin (8/6/2026).
Mantan Wakil Ketua MPR RI ini menyerukan kolaborasi semua pihak, termasuk negara donor, swasta, dan BUMN, agar masalah di daerah 3T dapat tuntas dalam periode pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala KSP Dudung Abdurachman menyatakan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan agar pihaknya dapat mengetahui langsung kondisi di 30 kabupaten yang masuk wilayah 3T. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan dasar seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mengingat Indonesia telah merdeka selama 80 tahun.
"Hal-hal ini yang harus kita pecahkan dan akan saya laporkan ke Presiden," ujar Dudung. Ia juga menginformasikan bahwa para kepala daerah dari wilayah 3T nantinya akan diberi kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto guna menyampaikan laporan dan masukan.
Rapat strategis ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi di lingkungan Kantor Staf Kepresidenan, serta perwakilan bupati dari wilayah 3T. Yandri Susanto didampingi oleh Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Direktur Jenderal PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PEID Tabrani, dan Dirjen PPDT Samsul Widodo. Komitmen bersama ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kemajuan wilayah-wilayah tertinggal di Indonesia.
