Kupang, NTT – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah video seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo, viral di media sosial. Jessica diduga mengalami depresi dan histeris sesaat sebelum ujian hasil skripsinya dibatalkan atau diminta mengganti dosen penguji. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, rekaman berdurasi 31 detik itu memperlihatkan Jessica tergeletak di lantai, berteriak histeris, sementara beberapa orang berusaha menenangkannya.
Dalam rekaman yang beredar luas, terdengar suara seorang perempuan mencoba menenangkan Jessica, "Besok kita cari jalan. Diam sudah." Insiden ini dipicu oleh dugaan permintaan mendadak dari dosen penguji, Serlie KA Litik, untuk mengganti dosen penguji di saat jadwal ujian hasil skripsi sudah di depan mata. Narasi yang menyertai video tersebut di media sosial juga mengungkapkan bahwa Jessica telah 12 kali mengalami pembatalan ujian proposal oleh dosen yang sama, menambah beban stres yang dialaminya dan memicu seruan agar persoalan ini dipublikasikan demi mencegah korban berikutnya.

Menanggapi insiden yang memicu perhatian publik ini, pihak Undana melalui Wakil Rektor IV, Philiphi de Rozari, menyatakan bahwa kampus tengah melakukan investigasi menyeluruh. Dalam jumpa pers di FKM Undana, Philiphi meminta publik untuk bersabar dan menjamin akan memberikan informasi yang akurat dan benar setelah proses investigasi rampung. "Pada prinsipnya kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut," ujarnya, seperti dikutip internationalmedia.co.id.
Philiphi menambahkan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Undana untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada mahasiswa agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Kampus juga tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi tegas, bahkan hingga pemecatan, jika ditemukan adanya pelanggaran. Sementara itu, Dekan FKM Undana, Apris Adu, mengonfirmasi bahwa Jessica merupakan mahasiswi semester 10 yang secara akademik telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan lulus ujian proposal, menyisakan ujian hasil dan ujian skripsi sebagai tahapan akhir.
Kasus yang menimpa Jessica Sofia Tunardjo ini menjadi sorotan tajam terhadap sistem akademik dan pelayanan mahasiswa di perguruan tinggi, menanti hasil investigasi Undana yang diharapkan dapat memberikan keadilan dan solusi terbaik bagi semua pihak.
