Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Kasus kematian tragis seorang satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (42), yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol, memicu perhatian serius dari Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Bendahara Umum Partai NasDem, Lola Nelria. Politikus ini mendesak agar insiden tersebut diusut tuntas dan para pelaku dihukum seberat-beratnya, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan perkara biasa.
Lola Nelria menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Sumarna. Ia menekankan bahwa tewasnya seorang petugas keamanan dengan kondisi kedua tangan terborgol merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dipandang sebagai perkara remeh. "Kasus meninggalnya seorang petugas keamanan dengan kondisi kedua tangan terborgol merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa," kata Lola kepada wartawan pada Kamis (30/7).

Kekhawatiran publik semakin meningkat dengan munculnya berbagai dugaan, termasuk potensi keterlibatan kelompok geng motor dalam kasus ini. Meskipun demikian, Lola mengingatkan pentingnya menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian untuk menetapkan pelaku berdasarkan alat bukti yang sah.
Anggota DPR ini mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan secepat mungkin. "Seluruh fakta harus diungkap, mulai dari kronologi kejadian, motif, hingga siapa pun yang bertanggung jawab," tegasnya. Ia mewanti-wanti agar tidak ada celah bagi pelaku untuk lolos dari jeratan hukum, demi menjaga rasa keadilan masyarakat dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Jika nantinya terbukti terdapat keterlibatan kelompok kriminal atau geng motor, Lola menegaskan bahwa penindakan harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Negara tidak boleh kalah terhadap aksi-aksi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan," tambahnya.
Lebih lanjut, Lola Nelria memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk mengevaluasi sistem pengamanan objek-objek vital. Ia berharap ada peningkatan sarana pengawasan seperti CCTV, perbaikan prosedur keamanan, serta perlindungan yang lebih baik bagi petugas keamanan yang menjalankan tugasnya di lapangan. Pencegahan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sumarna ditemukan tak bernyawa di tepian danau area Tanggul Ubrug, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7) siang. Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam dinas lengkap tersebut berada dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
Hingga kini, kepolisian masih terus mengusut kasus ini dan telah melakukan gelar perkara untuk mengungkap tabir di balik kematian Sumarna.
Terkait sistem pengamanan, Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Imam Santoso, menjelaskan bahwa total ada 27 kamera CCTV yang tersebar di titik-titik strategis kawasan Waduk Jatiluhur. Namun, titik penemuan jenazah Sumarna berada di luar jangkauan area pantauan objek vital nasional tersebut. "Di kawasan Ubrug sendiri ada tiga unit (CCTV), dan rekamannya sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," kata Imam Santoso saat melayat ke rumah duka korban, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Kamis (30/7).
