Internationalmedia.co.id – News – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, kembali menegaskan perpanjangan kebijakan moratorium penggunaan rotator, sirene, dan pengawalan khusus di jalan raya, yang akrab disebut ‘tot tot wuk wuk’. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat terkait ketertiban lalu lintas.
Irjen Agus menyatakan bahwa Korlantas Polri secara konsisten menyerap aspirasi publik dalam merumuskan setiap kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan dan pengaturan lalu lintas. "Suara masyarakat mengenai ‘tot tot wuk wuk’ telah kami dengar. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memperpanjang moratorium kebijakan tersebut," ujar Irjen Agus kepada wartawan pada Senin (8/6/2026), sebagaimana dilansir oleh internationalmedia.co.id. Ia menambahkan, "Penggunaan sirene dan pengawalan, khususnya di dalam kota, masih kami bekukan dan larang keras."

Namun, di tengah kebijakan pembekuan pengawalan, Kakorlantas Polri tetap menempatkan personel lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol. Kehadiran petugas ini bukan untuk tujuan pengawalan, melainkan menjalankan fungsi patroli keselamatan yang krusial.
Irjen Agus menjelaskan, penempatan personel di jalan tol didasarkan pada hasil analisis dan evaluasi yang menunjukkan tingginya angka kecelakaan. "Terutama di jalan tol, insiden kecelakaan cukup tinggi, sering melibatkan kecepatan tinggi, kendaraan berat, dan tabrak belakang. Pada jam-jam tertentu, kehadiran Polantas sangat diperlukan untuk memberikan imbauan," paparnya. Patroli ini bertujuan mengarahkan kendaraan berat agar menggunakan lajur kiri serta mengingatkan pengemudi yang kelelahan untuk beristirahat di rest area, bukan di bahu jalan yang berbahaya.
Ia kembali menegaskan bahwa keberadaan petugas di jalan tol murni untuk patroli penugasan demi keselamatan, bukan untuk melakukan pengawalan kendaraan tertentu. "Pengawalan itu sendiri masih kami bekukan," tegas Irjen Agus. "Secara umum, kebijakan ‘tot tot wuk wuk’ masih kami bekukan, apalagi untuk pengawalan. Namun, di jalan tol, berdasarkan analisis dan arahan pimpinan, kami memprioritaskan keselamatan pengguna jalan," pungkasnya.
