Internationalmedia.co.id – News – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kabar penting terkait upaya penanggulangan banjir di ibu kota. Ia menargetkan proyek normalisasi Kali Cakung Lama dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2028, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu mereduksi dampak banjir di kawasan rawan seperti Kelapa Gading dan Cilincing hingga 20 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat melakukan peninjauan langsung di lokasi proyek normalisasi Kali Cakung Lama, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan prioritas utama pemerintahannya. Ia secara spesifik menyebut Kali Cakung Lama sebagai salah satu dari tiga sungai vital yang menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta.

“Di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Pramono, mengutip pernyataan aslinya. Ia melanjutkan, “Sehingga dengan demikian ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi: yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Cakung Lama, yang ketiga adalah Krukut.” Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam mengatasi persoalan banjir secara komprehensif.
Menurut Pramono, normalisasi Kali Cakung Lama diproyeksikan akan membawa dampak signifikan, khususnya dalam mengurangi intensitas banjir di dua kecamatan krusial, yaitu Kelapa Gading dan Cilincing. Berdasarkan perhitungan awal, penurunan dampak banjir di area tersebut diperkirakan mencapai 20 persen.
Sebelumnya, warga di kawasan tersebut kerap mengeluhkan ketinggian air banjir yang bisa mencapai paha hingga lutut. Dengan adanya normalisasi ini, diharapkan aliran air dapat bergerak lebih lancar menuju muara dan akhirnya ke laut, sehingga genangan air tidak lagi bertahan lama.
Namun, Pramono juga menyoroti satu titik krusial yang menjadi penghambat utama, yakni di Kampung Begog. Titik ini disebut sebagai ‘bottleneck’ atau leher botol yang memperlambat aliran air. Ia berharap penetapan lokasi (penlok) untuk pembebasan lahan di kawasan tersebut dapat segera ditandatangani. “Mudah-mudahan bulan depan di ujung, Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara, penloknya bisa segera saya tanda tangani,” jelasnya, menunjukkan urgensi penyelesaian masalah lahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, menjelaskan detail teknis proyek. Normalisasi Kali Cakung Lama memiliki target panjang sekitar 2,6 kilometer untuk satu sisi, atau total 5,2 kilometer jika dihitung kedua sisinya. “Saat ini baru terselesaikan kurang lebih satu kilo, jadi kami targetkan di Maret 2027, 2,6 kilo sudah diselesaikan Pak Gubernur,” terang Ika.
Ika menambahkan, pekerjaan normalisasi ini sangat bergantung pada pembebasan lahan di bagian hilir. Segmen hilir ini dianggap vital, sebab jika belum dibebaskan, aliran air dari bagian yang telah dilebarkan akan tetap terhambat, mengurangi efektivitas keseluruhan proyek.
