Internationalmedia.co.id – News – Kalimantan, pulau yang kaya akan sumber daya alam dan budaya, kini tengah diselimuti awan duka dan diuji oleh serangkaian peristiwa pelik. Dari tragedi memilukan yang merenggut nyawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung usai, wilayah ini menghadapi tantangan berat yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak.
Kabar paling menyayat hati datang dari Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, di mana niat liburan mahasiswa KKN Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel berujung pada petaka. Sebuah pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa terlibat kecelakaan fatal dengan mobil tangki yang dilaporkan hilang kendali. Insiden tragis ini, yang terjadi beberapa jam lalu, mengakibatkan enam mahasiswa meninggal dunia, menyisakan satu korban selamat yang kini dalam perawatan intensif. Koordinator Lapangan KKN turut buka suara, mengonfirmasi kronologi kejadian yang mengejutkan tersebut, menambah daftar panjang kecelakaan maut di jalanan Kalimantan.

Di sisi lain, ancaman Karhutla masih menjadi momok yang menghantui. Kalimantan Tengah bahkan telah menetapkan status siaga hingga 31 Oktober, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada water bombing untuk memadamkan api. Instruksi penanganan Karhutla dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga telah ditindaklanjuti. Dampaknya terasa nyata: kabut asap memburuk di Palangka Raya, memaksa siswa PAUD hingga SD belajar dari rumah, serta menyebabkan udara kota tak sehat. Lebih memprihatinkan, sumur warga mengering di Lamandau, dan temuan ular blood phyton mati terbakar api Karhutla di Kotawaringin Timur menjadi bukti nyata kerusakan ekologis yang ditimbulkan. Walhi Kalimantan Tengah menyoroti bahwa 74% hotspot di Kalimantan berada di konsesi perusahaan, mengindikasikan perlunya evaluasi mendalam terhadap tata kelola lahan.
Krisis energi juga menjadi sorotan utama. Antrean panjang pembeli BBM subsidi nyaris berujung baku hantam di SPBU Sungai Tendang, Kalimantan Tengah. Fenomena serupa terlihat dengan sorotan terhadap Pertamini di Pangkalan Bun saat warga mengalami krisis BBM. Pemadaman listrik yang menghambat pasokan air bersih di Kotawaringin Timur, membuat Perumdam harus mengandalkan tangki. Ombudsman Kalimantan Tengah bahkan mengecek PLTU Tumbang Kajuei terkait pemadaman bergilir. Ketua DPRD Kotawaringin Barat merespons spanduk kritik viral, berjanji mengawal krisis listrik dan BBM yang melanda masyarakat.
Selain itu, penegakan hukum terhadap peredaran narkotika terus digalakkan. Seorang pilot Malaysia kedapatan menyelundupkan 70 ribu butir ekstasi dan sudah tiga kali beraksi, dibayar ratusan juta rupiah. Di Samarinda, etomidate mulai beredar dan menyasar generasi muda melalui vape. Operasi Antik Mahakam berhasil mengungkap 56 kasus narkoba dengan 74 orang diamankan di Kalimantan Timur. Sementara itu, di Seruyan, dugaan keracunan makanan massal (MBG) menimpa 90 siswa dan guru, mendorong Dinas Kesehatan setempat membuka posko. Peristiwa lain yang mencuri perhatian adalah ledakan tambang batu bara yang menewaskan 34 orang di kancah internasional, menunjukkan risiko tinggi di sektor pertambangan.
Rentetan peristiwa ini menggambarkan betapa kompleksnya dinamika yang terjadi di Kalimantan. Dari bencana alam, tragedi kemanusiaan, hingga isu-isu sosial dan infrastruktur, wilayah ini terus berjuang mencari titik terang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kesadaran masyarakat, menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan demi masa depan Kalimantan yang lebih baik.
