Sebuah kisah luar biasa yang menyentuh hati datang dari Samudra Pasifik. Seorang nelayan asal Kota Ternate, Maluku Utara, Esau Sidemo (57), berhasil ditemukan selamat setelah 26 hari terombang-ambing di lautan lepas. Penemuan dramatis ini dilakukan oleh awak kapal berbendera Prancis, dan kini korban tengah dalam perjalanan menuju Cina. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa ini bermula ketika Esau Sidemo dinyatakan hilang setelah melaut dari Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi kabar gembira tersebut. Menurut Iwan, Esau Sidemo saat ini berada di atas kapal LNG Endeavour, sebuah kapal kargo berbendera Prancis, yang sedang berlayar menuju Cina. "Kondisi kesehatan korban terus dipantau oleh tim medis kapal tersebut," ujar Iwan, seperti dikutip internationalmedia.co.id. Informasi penemuan ini pertama kali diterima Command Center Basarnas pada Minggu (2/8), sekitar pukul 14.00 WIT, dari seorang anggota DPRD dapil Pulau Batang Dua.

Perjalanan panjang Esau Sidemo di lautan dimulai pada Selasa (7/7). Kala itu, ia berangkat melaut dari Desa Bido. Namun, tak disangka, perahu yang digunakannya terbawa arus kuat, menjauh dari daratan, hingga akhirnya ia dinyatakan hilang dan memicu kekhawatiran keluarga serta otoritas setempat.
Setelah menerima informasi awal, Command Center SAR Ternate segera bergerak cepat. Mereka berhasil menghubungi keluarga korban di Pulau Batang Dua dan mendapatkan nomor telepon kru kapal yang menemukan Esau. Koordinasi intensif pun dilakukan antara Kantor SAR Ternate dengan awak kapal LNG Endeavour untuk memastikan keselamatan dan proses evakuasi.
Dari komunikasi tersebut, terungkap bahwa Esau Sidemo ditemukan secara visual oleh salah satu awak kapal LNG Endeavour pada Sabtu (1/8), pukul 17.23 WIT, di tengah Samudra Pasifik yang luas. Sebuah penemuan yang bisa disebut mukjizat, mengingat lamanya waktu ia terombang-ambing dan luasnya area pencarian.
Kisah Esau Sidemo menjadi pengingat akan bahaya melaut, namun juga menunjukkan kekuatan harapan dan keajaiban pertolongan di tengah ganasnya samudra. Seluruh pihak kini menantikan kepulangan Esau dengan selamat ke tanah air setelah perjalanan panjangnya yang penuh cobaan.
