Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B) ternyata masih jauh dari harapan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, mengungkapkan fakta mengejutkan ini dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026). Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa meskipun 75 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi melayani kelompok 3B, angka penerima manfaat masih sangat rendah.
Berdasarkan data mutakhir per awal Juni 2026 yang disampaikan Wihaji, dari total sasaran 25 juta penerima manfaat, program MBG 3B baru menjangkau 38,51% saja. Angka ini tentu menjadi sorotan serius di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Wihaji menambahkan, dari 29.000 unit SPPG yang direncanakan, sebanyak 22.672 unit atau sekitar 75% memang sudah aktif melayani, namun capaian penerima masih jauh di bawah ekspektasi.

Menyikapi rendahnya capaian ini, Wihaji menegaskan komitmennya untuk segera berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN). "Kami akan membangun komunikasi baru, khususnya terkait MBG 3B," ujarnya. Ia juga menggarisbawahi perlunya strategi optimalisasi peran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dalam program ini. Wihaji mengusulkan adanya "pola-pola baru" dalam pendistribusian yang adaptif terhadap kondisi terkini, tanpa melanggar regulasi. Untuk itu, kementeriannya sedang menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus, baik untuk distribusi maupun edukasi, guna menghindari potensi masalah di kemudian hari.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, sempat meminta penjelasan lebih rinci mengenai dasar data tersebut. Menjawab pertanyaan itu, Wihaji menjelaskan bahwa angka sasaran 25 juta penerima merupakan proyeksi yang didasarkan pada data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) yang dimiliki oleh Kemendukbangga.
Situasi ini menunjukkan tantangan besar dalam memastikan program gizi krusial ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan komunikasi yang lebih baik dan strategi yang diperbarui, diharapkan jutaan ibu hamil, menyusui, dan balita di Indonesia dapat segera merasakan manfaat penuh dari program makan bergizi gratis ini.
