Internationalmedia.co.id – News – Partai Amanat Nasional (PAN) menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pemberantasan korupsi dengan menyambut baik usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. PAN sepakat untuk memperkuat pelatihan dan pembekalan bagi calon kepala daerah yang akan diusung, sebagai langkah preventif menghadapi maraknya operasi tangkap tangan (OTT).
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa partainya sejalan dengan pandangan Mendagri. Menurut Viva, pembekalan serius sangat diperlukan bagi para kader yang dipersiapkan untuk memimpin daerah. "PAN sependapat dengan pandangan Mendagri, Pak Tito Karnavian, bahwa sekolah partai dan pembekalan bagi calon kepala daerah perlu diperkuat secara serius," ujar Viva kepada jurnalis, Jumat (31/7). Ia menambahkan, pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan, pengelolaan APBD, pengadaan barang dan jasa, etika jabatan, serta aspek hukum administrasi negara adalah fondasi yang wajib dikuasai sebelum seorang kepala daerah menjabat.

Viva Yoga menggarisbawahi bahwa fenomena OTT yang kerap terjadi tidak lepas dari persoalan integritas pribadi, kapasitas, serta pemahaman kepala daerah terhadap kebijakan tata kelola pemerintahan. Ia juga menyoroti keterkaitan hal ini dengan sistem politik dan proses kaderisasi kepemimpinan di partai politik. Untuk itu, PAN mendorong penguatan aspek transparansi, digitalisasi pelayanan publik, pengawasan internal yang efektif, serta penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Kepatuhan terhadap rekomendasi dari lembaga seperti BPK, BPKP, KPK, serta pengawasan dari masyarakat dan netizen juga dinilai krusial untuk mempersempit ruang penyimpangan.
Partai berlambang matahari terbit ini juga menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto dalam membangun pemerintahan yang bersih. Pemberantasan korupsi, menurut Viva, harus dilakukan secara konsisten, objektif, dan tanpa pandang bulu. "Menurut PAN, politik harus menjadi instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan, bukan menjadi jalan menuju penyalahgunaan kekuasaan," tegasnya. Selain penguatan integritas dan kaderisasi, PAN juga berkomitmen mendorong perbaikan ekosistem politik, termasuk tata kelola pembiayaan politik yang lebih transparan dan akuntabel. Viva menambahkan, upaya pemberantasan korupsi akan lebih efektif jika tidak hanya berfokus pada penindakan individu, tetapi juga pada pembenahan faktor-faktor sistemik yang meningkatkan risiko korupsi.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian memang telah menyuarakan pentingnya peran partai politik dalam menyiapkan calon kepala daerah. Tito meminta partai untuk memperkuat sekolah partai dan melatih kader-kader sebelum diusung dalam pilkada. Ia menyarankan agar setiap calon kepala daerah mendapatkan pelatihan komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan, birokrasi, hingga pengelolaan keuangan daerah. "Untuk begitu dia mendorong calon ya, sebelum mendorong calon tolonglah dibuat pelatihan dulu. Mungkin bimbingan teknis, kami siap untuk diundang, Kemendagri, KPK atau yang lain-lain supaya dia ngerti mengenai birokrasi, bagaimana mengatur keuangan, membuat APBD, bisa kita sampaikan. Supaya nggak dibohongin sama stafnya," ungkap Tito pada Kamis (30/7) lalu. Kesediaan Kemendagri untuk membantu memberikan materi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan partai politik dalam menciptakan pemimpin daerah yang berintegritas dan kompeten.
