Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang ibu kota Rusia, Moskow, setelah seorang jenderal militer berpangkat tinggi dilaporkan ditembak pada Jumat pagi waktu setempat. Pemerintah Rusia, melalui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, dengan cepat menuding Ukraina sebagai dalang di balik "aksi teroris" ini, mengklaim bahwa Kyiv berupaya menggagalkan perundingan damai yang sedang berlangsung. Korban penembakan adalah Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, wakil kepala intelijen militer Rusia, GRU, yang kini dirawat di rumah sakit dengan kondisi belum diketahui.
Menurut laporan dari Komite Investigasi Rusia, Alekseyev ditembak oleh seseorang tak dikenal di dalam sebuah gedung apartemen di area Moskow. Pelaku melepaskan beberapa tembakan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, belum ada tersangka yang berhasil ditangkap, dan motif pasti penembakan masih menjadi misteri, meskipun Moskow telah menunjuk Kyiv sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Dalam siaran televisi lokal yang dikutip internationalmedia.co.id dari AFP, Lavrov secara tegas menyatakan bahwa Ukraina berada di balik insiden tersebut. Ia menuduh Kyiv memiliki tujuan tunggal: "mengganggu proses negosiasi" yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir untuk mengakhiri konflik. Penting diketahui, Alekseyev sendiri merupakan wakil negosiator utama Rusia dalam pembicaraan trilateral dengan Ukraina dan Amerika Serikat, yang putaran terbarunya baru saja berakhir di Abu Dhabi pada Kamis lalu.
Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev bukanlah sosok sembarangan. Sebagai perwira militer karier, ia menjabat wakil kepala Direktorat Utama Staf Umum pada Kementerian Pertahanan Rusia. Rekam jejaknya mencakup memimpin operasi intelijen militer Rusia di Suriah dan bahkan terlibat dalam negosiasi dengan kepala tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, saat pemberontakan singkat pada tahun 2023. Ia juga dikenal telah dikenai sanksi Barat atas dugaan perannya dalam serangan siber dan tuduhan mengatur serangan agen saraf terhadap seorang pembelot Rusia di Inggris.
Sementara itu, Kremlin mengakui bahwa para pemimpin militer Rusia memang menghadapi ancaman di dalam negeri selama masa perang. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa "jelas para pemimpin militer dan spesialis tingkat tinggi berada dalam bahaya selama masa perang," namun menegaskan bahwa memastikan keselamatan mereka adalah urusan dinas rahasia, bukan Kremlin. Presiden Vladimir Putin telah mendapatkan informasi mengenai insiden ini dan berharap Alekseyev segera pulih, meskipun Putin sendiri belum memberikan komentar publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari Ukraina terkait penembakan ini. Namun, Kyiv sebelumnya telah mengklaim bertanggung jawab atas kematian sejumlah jenderal dan pejabat militer Rusia sejak invasi Moskow pada Februari 2022. Insiden penembakan ini berpotensi memicu ketegangan baru dan mempersulit upaya diplomatik untuk meredakan konflik yang berkepanjangan.
