Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan kembali menjadi perbincangan hangat setelah seorang pengendara ojek online (ojol) terekam kamera nekat melintasi jembatan rel kereta api di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi berbahaya ini memicu reaksi keras dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menegaskan bahaya fatal dari tindakan sembrono tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. "KAI sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena sangat membahayakan perjalanan kereta api serta warga yang melewati jembatan tersebut," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (17/6/2026). Franoto menegaskan bahwa KAI melarang keras segala bentuk aktivitas di jalur kereta api oleh pihak yang tidak memiliki kepentingan. Pihaknya bahkan berencana melaporkan pelanggaran ini kepada aparat setempat.

Video viral yang beredar menunjukkan pengendara ojol melaju di atas jembatan rel yang jelas bukan peruntukan kendaraan roda dua. Jembatan ini, berdasarkan pantauan internationalmedia.co.id pada Selasa (16/6/2026), berlokasi persis di Pintu Air Karet. Di satu sisi terdapat Pasar Pintu Air Petamburan, sementara sisi lainnya mengarah ke Stasiun Tanah Abang. Kondisi jembatan yang sempit dan hanya dirancang untuk lintasan kereta api menjadikannya sangat berisiko bagi pengendara motor.
Aji, seorang warga sekaligus penjaga perlintasan di area tersebut, mengungkapkan bahwa pemandangan pengendara motor yang nekat melintasi jembatan rel bukanlah hal baru. "Sering, kadang nggak ada omongan masuk-masuk aja, makanya kita omongin. Kalau mau masuk mah bilang dulu ‘kereta udah lewat belum, gitu’ kadang maen slanang slonong aja," kata Aji. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pelanggar adalah warga lokal yang sulit diberi peringatan.
Aji mengaku sering merasa cemas dan kerepotan menghadapi situasi ini. Kekhawatirannya memuncak ketika kereta api tiba-tiba melintas. "Iya, kita yang jadi kerepotan. Kalau ketabrak, kita-kita juga yang kena. Ntar kita dulu yang dibawa (kalau diperiksa)," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa jalur kereta dari arah Stasiun Tanah Abang berkelok, membuat jarak pandang terbatas dan kereta baru terlihat saat keluar dari tikungan, meninggalkan sedikit waktu untuk bereaksi.
KAI sekali lagi mengimbau masyarakat untuk tidak pernah mencoba menerobos jalur atau jembatan kereta api, apapun alasannya. Keselamatan perjalanan kereta dan nyawa masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
