Minggu, 14 Juni 2026, pagi hari di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menyajikan pemandangan tak biasa. Area yang lazimnya ramai dengan aktivitas Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) mendadak sepi dari kegiatan tersebut. Pembatalan sementara CFD ini terjadi lantaran adanya gelaran akbar Jakarta International Marathon (Jakim), sebuah informasi yang luput dari perhatian banyak warga. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sejumlah masyarakat yang sudah siap berolahraga pun harus menelan kekecewaan.
Dari pantauan tim internationalmedia.co.id di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat bahwa akses jalan menuju Menteng ditutup sebagian untuk mengakomodasi rute maraton. Sebaliknya, jalur ke arah Mampang Prapatan tetap dibuka dan dilalui kendaraan seperti biasa, tanpa hambatan berarti. Meskipun demikian, beberapa individu dengan pakaian olahraga tetap terlihat beraktivitas di sekitar Plaza Festival, ada yang jogging santai, ada pula yang sekadar berjalan kaki, seolah mencari pengganti suasana CFD yang hilang.

Salah satu contohnya adalah Azra dan Alvira, dua warga Jakarta Pusat yang pagi itu bersemangat untuk menjajal CFD Rasuna Said untuk pertama kalinya. Mereka bercerita mengenai perjalanan yang penuh liku. "Tadi kan kita udah janjian pagi-pagi katanya jam 06.00 mau CFD," ujar Azra saat ditemui. Keduanya memulai perjalanan dari halte bus di TIM, kemudian melanjutkan dengan bus 10A ke 5C menuju Balai Kota. Namun, sesampainya di sana, bus yang mereka tumpangi ternyata diblokir, tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Kebingungan melanda saat bus mereka dialihkan ke Halte Juanda. "Di Juanda tuh katanya harus nunggu sampai jam 08.00," lanjut Azra. Tak ingin membuang waktu, mereka akhirnya memilih opsi taksi daring dan tiba di dekat Rasuna Said. Setibanya di lokasi, Alvira mengaku terkejut. "Iya, kaget. Karena, sebelumnya sih sempat baca ada pamfletnya gitu kan, tapi nggak kelihatan karena naik motor gitu lagi begini. Iya, dikirain ada CFD, ternyata nggak ada," ungkapnya, menunjukkan kekecewaan yang tak terduga.
Pengalaman berbeda dialami Dalila, seorang warga yang tinggal di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ia sudah berjalan kaki dari rumahnya sejak pukul 06.00 WIB. "Kan tadi kan aku berangkat jam 06.00 kan. Aku jalan kaki dari rumah ke situ masih ditutup. Terus aku nungguin mereka di situ, nunggu," tuturnya. Awalnya, Dalila belum menyadari bahwa CFD ditiadakan. Ia hanya melihat para peserta maraton melintas dan mengira Jalan Rasuna Said masih ditutup layaknya CFD biasa. "Nah, terus pas udah jam 7.00 lebihan, ternyata udah dibuka dan aku baru tahu ternyata CFD ditiadakan," jelasnya. "Terus aku juga sempat melihat eh ada orang maraton di sana. Terus aku pikir, ‘Oh mungkin emang ada acara.’ Tapi aku nggak mikir CFD ditutup," imbuhnya, menggambarkan proses kesadarannya yang bertahap.
Meskipun sempat kecewa karena rencana olahraga di CFD tak terlaksana, ketiga warga ini tidak kehilangan semangat. Mereka akhirnya memutuskan untuk tetap beraktivitas dan berjalan-jalan di sekitar Jalan Epicentrum. Mereka juga kemudian mengetahui bahwa pembatalan serupa juga terjadi untuk CFD di Bundaran HI, menambah daftar kejutan pagi itu bagi para pegiat olahraga di ibu kota.
