Dalam upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan hewan di ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling. Layanan inovatif ini siap melayani beragam jenis hewan, dari kucing peliharaan, iguana eksotis, hingga kambing ternak. Peluncuran yang berlangsung pada Jumat (10/7) ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan harapannya agar inisiatif ini dapat menjaga status Jakarta sebagai wilayah bebas rabies. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Pramono Anung menekankan pentingnya mempertahankan status tersebut sebagai modal sosial yang berharga.
Pramono Anung menyoroti bahwa kehadiran mobil klinik hewan ini merupakan sebuah terobosan signifikan dari Pemprov DKI. Setiap unit dilengkapi dengan tim medis profesional, terdiri dari seorang dokter hewan dan seorang paramedis, yang siap memberikan pelayanan kesehatan hewan langsung di tengah komunitas. Fasilitas yang ditawarkan sangat komprehensif, mencakup konsultasi, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, vaksinasi, pengobatan, hingga pemeriksaan laboratorium lengkap seperti tes darah rutin, biokimia, urine, dan feses.

Salah satu unit Klinik Hewan Keliling Jakarta Selatan terlihat beroperasi di Jagakarsa pada Kamis (16/7). Kendaraan ini, sebuah truk besar berwarna putih dan biru yang telah dimodifikasi khusus, berfungsi sebagai ruang pemeriksaan dan tindakan medis bergerak. Informasi mengenai tarif layanan, mulai dari pemeriksaan dasar, operasi ringan, hingga cek USG, terpampang jelas di bagian luar mobil. Di dalamnya, fasilitas yang tersedia sangat modern, meliputi pet incubator, alat biokimia darah, alat hematologi, mikroskop, anestesi inhalasi, oksigen, nebulizer, dan perangkat USG.
Dokter hewan Adittya Nugraha, yang bertugas di klinik tersebut, menjelaskan keunggulan layanan ini. "Kami bisa melakukan tindakan darurat," ujarnya, menambahkan bahwa klinik ini menawarkan harga yang sangat terjangkau dan bahkan menyediakan vaksinasi rabies secara gratis. Meskipun demikian, untuk kasus yang terlalu kompleks, rujukan ke klinik terdekat tetap menjadi opsi.
Namun, Adittya juga mengakui adanya tantangan unik dalam menjalankan praktik di klinik bergerak ini. Kekhawatiran utama adalah potensi kerusakan alat-alat canggih akibat guncangan saat perjalanan atau perilaku agresif dari pasien hewan. "Jika kucingnya sangat aktif atau ‘reog’, kami harus ekstra hati-hati karena berhadapan dengan peralatan laboratorium yang lengkap di ruangan sempit ini," jelas Adittya. Ia menambahkan, "Hewan harus selalu dipegang erat. Jika sampai lepas, kami khawatir alat-alat bisa tertendang atau terguncang, bahkan cairan di alat hematologi bisa tumpah dan menyebabkan korsleting."
Bagi Dokter Adittya, pengalaman bekerja di Klinik Hewan Keliling ini sangat berkesan dan memberikan nuansa baru dalam karirnya. Ia menceritakan berbagai kasus unik yang pernah ditanganinya, termasuk pemeriksaan iguana, sugar glider, hingga domba yang dibawa langsung ke dalam mobil. "Sangat seru di mobil klinik hewan ini. Di tempat yang sempit ini, kami bertemu banyak tingkah lucu dari pemilik hewan dan pasiennya," kenang Adittya. Ia mencontohkan, sugar glider yang diperiksa pascamelahirkan untuk memastikan kondisi induk dan anaknya, serta iguana yang mengalami kesulitan menelan setelah makan, yang untungnya berhasil diatasi setelah pemeriksaan.
Kehadiran Klinik Hewan Keliling ini disambut antusias oleh warga Jakarta. Mereka tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh untuk membawa hewan peliharaan mereka, ditambah lagi dengan biaya pemeriksaan yang relatif lebih terjangkau. Akbar, warga Ciganjur, Jakarta Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya. Baginya, lokasi klinik keliling yang lebih dekat ke kantor Kelurahan Srengseng Sawah jauh lebih praktis dibandingkan harus pergi ke klinik hewan di Ragunan. "Jaraknya lebih dekat dari rumah, dan biayanya juga sangat terjangkau, tidak seperti di klinik atau Puskeswan yang harganya lumayan," ujar Akbar. Ia mengetahui program ini dari media sosial setelah melihat Gubernur Pramono Anung meluncurkannya. "Sangat bermanfaat. Kebetulan dua kucing saya sedang sakit, jadi saya langsung datang setelah melihat informasinya di Instagram," tambahnya.
Senada dengan Akbar, Sri Sukmana, warga Srengseng Sawah, juga sangat gembira dengan lokasi klinik yang berada persis di dekat rumahnya. Dengan banyak kucing peliharaan yang membutuhkan vaksinasi dan sterilisasi, layanan ini sangat membantunya. "Dua kucing ini divaksin, yang induknya kemarin sudah disteril, dan anaknya berobat mata," cerita Sri. Dalam dua hari, Sri telah membawa empat kucingnya ke layanan klinik keliling di halaman kantor Kelurahan Srengseng Sawah. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang. "Harapan saya, semoga sering-sering diadakan. Vaksinnya gratis, meskipun untuk pengobatan kemarin saya bayar," pungkasnya.
