Sejumlah elemen masyarakat kembali menyuarakan aspirasinya di jalanan Ibu Kota hari ini. Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan kesiapannya dengan mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya aksi. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini diambil guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa total 4.057 personel gabungan telah disiagakan. Mereka terdiri dari 3.701 personel Polda Metro Jaya, 156 personel Polres, dan 200 personel BKO TNI. Penempatan personel ini difokuskan di area-area krusial seperti kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI dan Kementerian Kehutanan RI. "Kami berkomitmen untuk melayani masyarakat yang akan menyampaikan pendapat dengan pendekatan humanis dan persuasif, selalu mengedepankan keselamatan baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya," jelas Kombes Budi, Senin ini.

Tujuan utama pengerahan personel ini adalah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Selain itu, personel juga disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin timbul, mulai dari kemacetan lalu lintas, pelanggaran, konvoi yang mengganggu, pemblokiran jalan, hingga potensi gangguan terhadap fasilitas umum. Kombes Budi menegaskan, seluruh prosedur pengamanan akan dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Mengenai pengaturan lalu lintas, Kombes Budi menyatakan akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan dinamika yang berkembang di lapangan. Oleh karena itu, internationalmedia.co.id mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk mempertimbangkan menghindari sementara kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, guna menghindari potensi kepadatan.
Tidak hanya kepada masyarakat umum, Polda Metro Jaya juga menyampaikan imbauan khusus kepada para peserta aksi. Mereka diminta untuk menyampaikan pendapat secara tertib, tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah, tidak membawa barang-barang berbahaya, serta senantiasa menghormati hak-hak masyarakat lainnya. "Kami mengajak seluruh elemen peserta aksi untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum. Sampaikan aspirasi Anda sesuai aturan, namun tetap prioritaskan keamanan dan ketertiban, serta hindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas," tutupnya.
