Internationalmedia.co.id – News – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah terus mematangkan rencana krusial pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah tersebut. Audiensi antara Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Bupati Bener Meriah Armia di Jakarta mengungkap berbagai perkembangan signifikan, mulai dari tantangan penyediaan lahan hingga komitmen percepatan penyaluran bantuan bagi korban bencana.
Bupati Armia melaporkan kemajuan terkait usulan pembangunan SR yang menjadi prioritas daerahnya. Awalnya, Pemkab Bener Meriah telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di pusat kota. Namun, luas tersebut belum memenuhi standar minimal yang ditetapkan untuk SR, yakni 6,8 hektare. Menanggapi kendala ini, Armia memastikan ketersediaan alternatif lahan yang memadai. "Alternatif lahan kita banyak, Pak. Intinya, masalah tanah, listrik, dan air tidak ada persoalan. Kami bahkan sudah mengajukan hibah lahan dari Kementerian Pertanian," jelas Armia dalam keterangan tertulis yang diterima internationalmedia.co.id.

Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa usulan pembangunan SR dari Bener Meriah tetap dapat diproses, asalkan ada penyesuaian teknis, terutama terkait luas dan kesiapan lahan. Ia menekankan pentingnya kecepatan agar proposal ini bisa masuk dalam tahapan pembangunan saat ini. "Yang penting cepat agar bisa ikut. Mumpung usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden. Khawatirnya nanti begitu sudah diteken Menteri, terus masuk tahap berikutnya, kita tidak bisa ikuti yang tahap tahun ini," terang Agus Jabo. Ia juga mendesak Pemkab Bener Meriah untuk segera menuntaskan proses penggantian lahan agar usulan tersebut bisa segera diproses.
Perwakilan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat, Jauhari, turut menyoroti aspek kesiapan lahan sebagai penentu kualitas fasilitas pendidikan. "Idealnya, Pak, 7 sampai 8 hektare agar prasarana yang dibangun optimal. Dan kalau bisa, lahannya yang rata," saran Jauhari.
Selain membahas proyek SR, audiensi tersebut juga mengulas progres penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat Bener Meriah yang terdampak banjir. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana, Masryani Mansyur, memaparkan bahwa Kemensos telah menyalurkan berbagai jenis bantuan. Ini mencakup santunan ahli waris senilai Rp 495 juta untuk 33 orang, bantuan isi hunian senilai Rp 3,78 miliar bagi 1.261 kepala keluarga, serta bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 6,3 miliar.
Masryani menambahkan, bantuan jaminan hidup (Jadup) tahap pertama senilai Rp 2,01 miliar telah disalurkan kepada 4.468 jiwa untuk kebutuhan satu bulan. Sementara itu, penyaluran Jadup untuk dua bulan berikutnya akan segera direalisasikan. "Untuk yang dua bulan ini sudah masuk SPM-nya. InsyaAllah minggu ini kami salurkan melalui PT Pos," ungkap Masryani. Berdasarkan verifikasi dan validasi terbaru, Jadup lanjutan ini akan diberikan kepada 3.417 jiwa dengan total nilai sekitar Rp 3,07 miliar.
Bupati Armia menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Kemensos dalam upaya pemulihan pascabencana di Bener Meriah. Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bener Meriah juga mengajukan permohonan dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa. Hal ini penting untuk memperkuat proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial agar lebih akurat dan tepat sasaran.
Menanggapi permintaan tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menginstruksikan pemerintah daerah untuk berkoordinasi langsung dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial guna menindaklanjuti kebutuhan data tersebut secepatnya.
Agus Jabo menegaskan komitmen Kemensos untuk mengawal percepatan pembangunan SR dan memastikan kelancaran penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah. "Untuk Sekolah Rakyat, proposalnya tetap, namun harus ada keterangan perpindahan lahan dari Bupati. Jadi registrasinya sudah masuk dulu ke Kemensos, tinggal ganti lahan. Lalu untuk Jadup, mudah-mudahan minggu ini keluar. Paling lama minggu depan," pungkasnya, memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan dan pemulihan di Bener Meriah.
