Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Kasus dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay semakin meruncing dengan berbagai teka-teki yang belum terpecahkan. Pihak kepolisian, yang terus berupaya mengungkap kebenaran, kini menghadapi kendala komunikasi lantaran nomor ponsel Jesslyn tidak aktif. Ironisnya, di tengah laporan penculikan, Jesslyn justru diketahui telah terbang ke luar negeri bersama ibu dan tantenya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa upaya menghubungi Jesslyn belum membuahkan hasil. "Sudah (dihubungi), nggak aktif," kata Roby saat dihubungi pada Senin (27/7/2026). Meskipun laporan dugaan penculikan yang terjadi pada Senin (13/7/2026) malam telah dicabut, kepolisian menegaskan akan tetap melanjutkan penyelidikan.

Penelusuran awal internationalmedia.co.id mengungkap bahwa Jesslyn terbang dari Indonesia menuju Kuala Lumpur, lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok, ditemani oleh ibu dan bibinya. Namun, hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah Jesslyn benar-benar menjadi korban penculikan atau ada motif lain di balik kepergiannya. Koordinasi dengan pihak keluarga Jesslyn juga masih terus diupayakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Di sisi lain, calon suami Jesslyn, Evan (37), menyangsikan kabar penculikan tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Andi Darti, Evan mengungkapkan bahwa Jesslyn akan segera menikah dengannya. Darti juga menyebut Jesslyn sudah lama tidak tinggal bersama orang tuanya. "Dia hidup di apartemen di daerah Pluit, sudah hampir 10 bulan," jelas Darti pada Rabu (22/7/2026).
Evan menceritakan, pada malam kejadian, Senin (13/7/2026), ia sempat mengantar Jesslyn membeli kue ulang tahun untuk neneknya. Jesslyn awalnya enggan datang, namun akhirnya hadir setelah teman dekatnya meneruskan undangan dari tante Jesslyn. Evan kemudian menunggu tak jauh dari lokasi acara di sebuah restoran. Komunikasi terakhir Evan dengan Jesslyn terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Evan mulai kehilangan kontak dengan Jesslyn. Ia lantas mendatangi restoran dan menemukan kue ulang tahun yang dibeli Jesslyn masih ada. Dari keterangan saksi-saksi di lokasi, termasuk kerabat, tukang parkir, dan pegawai restoran, Evan mendapatkan informasi mengejutkan: Jesslyn diduga diculik. "Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," tutur Darti menirukan cerita Evan.
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn melalui berbagai saluran, termasuk ponsel, email, dan media sosial, namun tanpa respons. Ia bahkan melacak sinyal ponsel Jesslyn yang menurutnya masih memancar dari rumah orang tua Jesslyn di Ancol atau Puri Jimbaran. Evan kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi dan turut serta dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sayangnya, rekaman CCTV di lokasi kejadian tidak dapat ditemukan karena perangkatnya rusak, menambah kecurigaan Evan.
Dengan ponsel Jesslyn yang tidak aktif, keberadaannya di luar negeri bersama keluarga, serta laporan yang telah dicabut namun penyelidikan tetap berjalan, kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya Lay ini masih menyisakan banyak tanda tanya besar. Pihak kepolisian dan keluarga masih terus berupaya mengungkap kebenaran di balik misteri yang semakin pelik ini.
