Internationalmedia.co.id melaporkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Meksiko tengah mengakibatkan bencana banjir dahsyat. Tragedi ini telah merenggut dua nyawa manusia. Kedua jenazah ditemukan di Kota Queretaro menjelang tengah malam Jumat lalu. Laporan perlindungan sipil setempat menyebutkan kedua korban terseret arus air bah yang meluap.
Hujan lebat yang mengamuk di Queretaro pada Sabtu lalu tak hanya menimbulkan korban jiwa. Sejumlah properti dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, memaksa pemerintah federal untuk segera menerapkan rencana tanggap darurat militer. Situasi darurat ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak hujan yang tak terkendali.

Di Ibu Kota Meksiko, Mexico City, hujan deras juga menimbulkan masalah serius. Otoritas setempat terpaksa menghentikan sementara operasional Bandara Internasional Benito Juarez, salah satu bandara tersibuk di Amerika Latin. Penutupan sementara ini disebabkan oleh jarak pandang yang sangat terbatas akibat hujan lebat. Ironisnya, ini bukan kejadian pertama. Awal Agustus lalu, banjir di ibu kota dan sekitarnya juga telah mengganggu sejumlah penerbangan di bandara yang sama.
Fenomena alam ekstrem ini bukanlah hal baru bagi Meksiko. Setiap tahun, negara Amerika Latin ini memang dilanda badai besar, biasanya antara Mei dan November. Namun, tahun ini tercatat sebagai tahun yang luar biasa basah, khususnya di Mexico City. Catatan resmi menunjukkan bahwa badai yang melanda ibu kota tahun ini merupakan yang terparah sejak 1952. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.
