Internationalmedia.co.id – News – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Jumat (26/6/2026) malam. Guncangan kuat ini tidak hanya dirasakan di negara tetangga, tetapi juga menjalar hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa ini terjadi pada pukul 18.43 WIB, dengan parameter gempa yang diperbarui menjadi M 6,5 setelah sebelumnya sempat tercatat M 6,8.
Pusat gempa teridentifikasi berada di laut, tepatnya pada koordinat 5,40° LU dan 125,23° BT. Lokasi ini menempatkan episenter sekitar 200 kilometer di Barat Laut Tahuna, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, yakni 31 kilometer.

Menurut penjelasan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Pemicunya adalah aktivitas subduksi lempeng laut Filipina. Analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser (strike-slip) yang menjadi karakteristik gempa ini.
Dampak guncangan gempa ini terasa bervariasi di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Wilayah Kepulauan Marore dan Kepulauan Sangihe merasakan intensitas paling kuat, mencapai Skala V MMI, yang berarti getaran dirasakan hampir semua penduduk dan menyebabkan benda-benda kecil bergoyang. Sementara itu, Kendahe di Kepulauan Sangihe serta Miangas di Kepulauan Talaud mengalami guncangan pada Skala IV MMI. Kota Tahuna, Kota Melonguane, dan Kota Ondong merasakan intensitas III-IV MMI, sedangkan ibu kota provinsi, Manado, berada pada Skala III MMI. Bahkan, hingga Kota Airmadidi, getaran masih terasa pada Skala II-III MMI.
Meski guncangan cukup kuat, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan yang diakibatkan oleh gempa ini. BMKG juga memastikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.
Wijayanto lebih lanjut menjelaskan bahwa gempa M 6,5 ini merupakan bagian dari serangkaian gempa susulan (aftershock) dari peristiwa yang lebih besar, yaitu gempa M 7,7 yang melanda Mindanao pada 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB. Sejak gempa utama tersebut, BMKG telah mencatat setidaknya 577 aktivitas gempa susulan hingga 26 Juni 2026, pukul 19.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,7.
Menyikapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi atau kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. Selalu merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.
