Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Bahlil: Britishvolt  dari Inggris Ingin Investasi Baterai Kendaraan Listrik di RI

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

JAKARTA – Perusahaan Inggris, Britishvolt akan turut serta investasi di bidang baterai kendaraan listrik (EV battery) di Indonesia. Saat ini, izin perusahaan tersebut dalam tahap finalisasi.

“Menyangkut Britishvolt itu memang betul investasi dari Inggris akan masuk ekosistem juga EV battery. Dan sudah masuk, sekarang izinnya lagi kita sudah tahap finalisasi. Lokasinya Insyaallah sudah hampir clear,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (11/1).

Menurut Bahlil, hal itu menunjukkan jika investasi di bidang baterai kendaraan listrik tidak hanya untuk negara tertentu. Perusahaan dari sejumlah negara telah menanamkan modalnya di Tanah Air.

Bahlil menambahkan, LG dari Korea Selatan akan investasi sekitar US$8,9 miliar. Kemudian, CATL dari  RRT investasi sekitar US$5,2 miliar. Lalu ada juga Britishvolt, BASF, VW dan Foxconn.

Bahlil mengatakan, perusahaan Jepang dan Amerika Serikat (AS) juga akan investasi di Indonesia. Namun, ia belum bisa menyebutkan nama perusahaanya. Yang pasti, kata Bahlil, progresnya sudah cukup baik karena mencapai 80%.

“Dan beberapa investasi yang kita lagi sekarang dorong dan sudah tahap 80% dengan investasi Jepang dan Amerika. Nama perusahaannya belum saya sebut karena belum diteken barang itu,” katanya.

Bahlil menambahkan, urusan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk kelas menengah ke bawah di Online Single Submission (OSS) hampir tanpa kendala. Menurutnya, yang menjadi persoalan ialah kelas yang besar terkait Rencana Detail Tata Ruang

“Ini yang kami akan lakukan dalam kurun waktu 3-4 bulan ini agar kemudian proses pengurusan izin lokasinya bisa segera kita lakukan, termasuk amdal. Kami sudah berkoordinasi sama Pak Menko Marinves, maupun di bawah pimpinan Pak Menko Perekonomian dalam rangka melakukan percepatan hal-hal ini,” kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) menargetkan realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 1.400 triliun. Sejumlah langkah akan ditempuh pemerintah untuk meraih target tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan sejumlah penyempurnaan regulasi.

“Bapak Presiden minta tahun  ini targetnya Rp 1.400 triliun, perlu ada beberapa regulasi yang disempurnakan yaitu tentunya penyempurnaan peraturan pemerintah, penyempurnaan OSS RBA dan daftar prioritas investasi,” kata Airlangga dalam konferensi pers seperti disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (11/1).

Selain itu, kata dia, perlu dilakukan perbaikan dari segi hambatan yang ada. Salah satunya terkait dengan tata ruang.

“Perbaikan dari segi hambatan yang ada terkait dengan tata ruang atau kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dan amdal atau persetujuan lingkungan. Di mana pemerintah akan meningkatkan anggaran agar Kementerian ATR maupun LHK bisa memfasilitasi secara lebih baik,” jelasnya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media