Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Perundingan krusial antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, memicu tudingan serius dari Teheran. Iran menuduh Washington sengaja mencari dalih untuk menggagalkan negosiasi, dengan alasan tuntutan AS dinilai tidak masuk akal. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kebuntuan ini terjadi pada Minggu (12/4/2026), sebagaimana dilansir Al-Jazeera dan kantor berita Fars Iran. Menurut laporan Fars, jalan menuju kesepakatan terhambat oleh desakan AS untuk mempertahankan tuntutan yang dianggap Iran tidak realistis. Isu-isu sensitif seperti status Selat Hormuz, program energi nuklir damai Iran, dan beberapa poin lainnya menjadi batu sandungan utama. Meski para ahli dari kedua negara telah berupaya mencari titik…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC. Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengerahan dua kapal perang Angkatan Lautnya ke Selat Hormuz. Misi yang diklaim AS adalah untuk membersihkan ranjau laut yang diduga dipasang oleh Iran. Langkah ini segera memicu respons keras dari Garda Revolusi Iran, yang mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap kapal militer asing yang berani melintasi jalur perairan vital tersebut. Pengumuman ini disampaikan pada Minggu (12/4/2026), menandai eskalasi signifikan pasca-konflik AS-Israel dengan Iran. Laksamana Brad Cooper, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk "membangun jalur baru" yang aman…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan diplomatik memanas setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan para petinggi politiknya secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV. Dukungan ini muncul menyusul kritik pedas yang dilontarkan Paus terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, khususnya terkait Iran dan retorika yang dianggap memicu konflik. Kontroversi ini berakar dari serangkaian pernyataan Trump, termasuk unggahan gambar AI dirinya menyerupai Yesus Kristus di Truth Social yang kemudian dihapus. Mantan Presiden AS itu, baik melalui media sosial maupun dalam wawancara dengan wartawan, menuding Paus "lemah dalam menghadapi kejahatan" dan menilai pandangan Paus merugikan arah kebijakan luar negeri Amerika…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik baru. Setidaknya tiga kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran dilaporkan berhasil menembus blokade militer Amerika Serikat, melintasi jalur laut strategis tersebut. Kejadian ini terjadi meskipun Washington telah memberlakukan blokade ketat yang dimulai pada Senin lalu. Blokade AS ini diumumkan setelah perundingan damai dengan Iran menemui jalan buntu, menyusul serangkaian serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Sebagai respons, Iran sebelumnya juga sempat menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting dunia. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Menurut data pelacakan…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, yang menuding Gedung Putih telah kehilangan independensinya dalam kebijakan luar negeri, bahkan disebutnya telah bertransformasi menjadi "cabang pelapor" bagi Israel. Pernyataan ini diunggah Aref di media sosial X pada Selasa (14/4), sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyebut Wakil Presiden AS JD Vance "melaporkan kepada saya dalam perjalanan pulang dari Islamabad, seperti yang dia lakukan setiap hari." Insiden ini menjadi salah satu dari lima berita terpopuler yang menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id pada hari Rabu (15/4/2026). Aref tidak segan mengolok-olok situasi tersebut, menyebutnya…

Read More