Internationalmedia.co.id – News – Sinergi antara lembaga negara menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Hal ini terbukti dari kunjungan kerja Pimpinan VII Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Slamet Edy Purnomo, bersama Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum lama ini. Kunjungan tersebut tidak hanya meninjau langsung kegiatan panen raya, tetapi juga mengevaluasi kesiapan infrastruktur BULOG sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia.
Kunjungan ini merupakan manifestasi nyata dukungan BPK RI terhadap upaya pemerintah dalam merealisasikan swasembada pangan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Agenda diawali dengan kegiatan panen raya bersama para petani di Desa Mekarjaya, Karawang, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet Edy Purnomo dan Ahmad Rizal Ramdhani berinteraksi langsung dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang serta para petani. Dialog ini bertujuan untuk memantau perkembangan produksi padi nasional dan mengidentifikasi efektivitas penyerapan gabah dan beras dari petani lokal yang dilakukan oleh BULOG.
Slamet Edy Purnomo menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja BULOG yang dinilai berhasil menjalankan peran strategisnya dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, peningkatan signifikan dalam penyerapan gabah dan beras dari petani merupakan indikator vital keberhasilan program pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
"BPK memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif pemerintah yang diemban BULOG dalam mencapai kemandirian pangan berkelanjutan. Selain capaian pengadaan yang sangat memuaskan, kami juga melihat komitmen kuat dalam membangun tata kelola yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Ini adalah fondasi krusial agar program pangan nasional dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi petani serta masyarakat luas," ungkap Slamet Edy Purnomo dalam keterangannya, Kamis. Ia menambahkan, BPK akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pemeriksaan secara konstruktif guna memastikan pengelolaan keuangan negara di sektor pangan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance) serta mendukung kesuksesan program strategis nasional.
Di sisi lain, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa dukungan dan pengawalan dari BPK RI merupakan elemen penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap manajemen pangan nasional. "BULOG senantiasa berkomitmen untuk melaksanakan penugasan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan profesional. Kami meyakini bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antar seluruh pemangku kepentingan serta pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Setelah agenda panen raya, rombongan melanjutkan peninjauan ke Gudang BULOG Purwasari II. Di lokasi ini, mereka mengamati secara langsung sistem penyimpanan dan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pimpinan VII BPK RI memastikan kesiapan sarana dan prasarana pergudangan BULOG dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan keamanan stok pangan nasional.
Kunjungan kemudian diakhiri di Sentra Penggilingan Padi (SPP) BULOG. Di sini, rombongan meninjau detail proses pengolahan gabah menjadi beras, implementasi standar mutu, serta pemanfaatan teknologi terkini yang mendukung efisiensi operasional dan penguatan rantai pasok pangan nasional.
Melalui serangkaian kunjungan ini, BPK RI dan BULOG kembali menegaskan urgensi sinergi antarlembaga negara dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Selain menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, penguatan tata kelola yang akuntabel juga menjadi faktor esensial untuk menjaga kepercayaan publik serta menjamin keberlangsungan program pangan nasional dalam jangka panjang.
