Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Internationalmedia.co.id – News – Teheran mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara tegas menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil tindakan konkret untuk mengutuk serangkaian serangan yang dituduhkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap rakyat dan infrastruktur Iran. Seruan ini disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Minggu (5/4) waktu setempat, menyoroti apa yang disebutnya sebagai "kejahatan sistematis" yang telah berlangsung selama 37 hari. Dalam dialog diplomatik tersebut, Araghchi menggarisbawahi pola agresi yang berulang dari Washington dan Tel Aviv. Ia mengecam keras penargetan yang diduga menyasar…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Sebuah laporan mengejutkan mengindikasikan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan bantuan sejumlah mediator regional, sedang dalam pembicaraan intensif mengenai potensi gencatan senjata selama 45 hari. Kesepakatan sementara ini diharapkan menjadi jembatan menuju pengakhiran konflik secara permanen. Informasi ini pertama kali diungkap oleh media Axios, yang kemudian dilansir oleh Reuters pada Senin (6/4/2026). Axios mengutip empat sumber terpercaya dari kalangan pejabat AS, Israel, dan regional Timur Tengah yang memiliki pengetahuan langsung tentang diskusi diplomatik tersebut. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ultimatum keras kepada Iran, mengancam akan melancarkan serangan militer terhadap infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini akan diwujudkan "besok" jika Selat Hormuz, jalur pelayaran krusial bagi pasar energi global, tidak segera dibuka. Ketegangan di Timur Tengah pun mencapai puncaknya. Dilansir Al Jazeera pada Senin (6/4/2026), Trump menetapkan batas waktu hingga Senin ini bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika ultimatum tersebut diabaikan, ia menegaskan, "Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!…

Read More

Ketegangan geopolitik kembali memanas menyusul ultimatum keras yang dilayangkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran. Dalam peringatan terbarunya, Trump memberi waktu 48 jam bagi Teheran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi konsekuensi serius. Namun, respons Iran tak kalah sengit, menyebut ancaman tersebut sebagai ‘bodoh’ dan tidak berdasar. Informasi ini dihimpun oleh Internationalmedia.co.id – News. Melalui platform media sosial Truth Social miliknya, seperti yang dilaporkan AFP pada Sabtu (4/4/2026), Trump secara eksplisit memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi ‘neraka’ jika gagal mencapai kesepakatan atau membuka jalur perairan strategis tersebut. "Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau…

Read More

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Teheran menegaskan akan memberikan balasan yang "jauh lebih dahsyat dan meluas" jika Washington nekat menyerang infrastruktur sipil mereka, menyusul ancaman Trump terkait penutupan Selat Hormuz. Ancaman Trump sebelumnya disampaikan melalui unggahan media sosial yang kontroversial. Ia mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pasar energi global, sebelum batas waktu Senin ini. Jika tidak, Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan di Iran. "Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik,…

Read More