Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang sebelumnya rusak parah akibat ditabrak truk pengangkut alat berat, kini telah rampung. Namun, durasi pengerjaan yang mencapai lebih dari 10 jam menimbulkan pertanyaan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan akhirnya mengungkap alasan di balik lamanya proses tersebut.
Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang memperlambat adalah kerumunan warga di sekitar lokasi. Kehadiran mereka yang terlalu dekat dengan area kerja alat berat dinilai membahayakan keselamatan, sehingga menghambat laju pekerjaan petugas di lapangan.

Bernad menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembongkaran. Petugas terus-menerus berupaya menjaga jarak aman antara warga dan area kerja demi menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat juga menjadi tantangan tersendiri. Pembongkaran yang berlangsung saat jam sibuk (peak hour) memperparah kemacetan, terutama di ruas jalan menuju Tendean-Mampang.
Proses pembongkaran sendiri dimulai sekitar pukul 10.50 WIB dan baru tuntas pada pukul 21.35 WIB, memakan waktu total sekitar 10 jam 45 menit. Tahapan krusial melibatkan penurunan tangga JPO menggunakan crane, yang kemudian dipotong-potong menjadi bagian lebih kecil untuk diangkut menggunakan truk milik Bina Marga DKI.
Selama pengerjaan, Jalan Kapten Tendean sempat ditutup sebagian. Jalur arah Pancoran dibuka lebih dulu pada sore hari, sementara akses menuju Blok M baru bisa dilalui kendaraan setelah seluruh proses pembongkaran JPO selesai sepenuhnya.
Insiden tabrakan truk pengangkut alat berat pada dini hari sebelumnya memang menyebabkan JPO tersebut nyaris roboh dan tidak dapat digunakan lagi, sehingga pembongkaran menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
